Sekolah di Kalsel Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap

14 jam yang lalu 4
Sekolah di Kalsel Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Antisipasi Dampak Karhutla dan Kabut Asap Upaya pemadaman karhutla.(MI/Denny Susanto)

KEBAKARAN rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan terus berjalan dan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel menerbitkan info agar sekolah menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam surat info nomor 9 tahun 2026 nan ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Abdul Rahim, tanggal 18 Agustus 2026, menginstruksikan agar seluruh satuan pendidikan (sekolah) untuk menyesuaikan aktivitas pendidikan dengan kondisi kabut asap akibat karhutla. 

"Kegiatan pembelajaran alias aktivitas pendidikan kudu menyesuaikan kondisi di lapangan dengan menerapkan protokol kesehatan," tutur Abdul Rahim, Kamis (20/8).

Warga sekolah diminta menggunakan masker. Aktivitas sekolah di luar ruangan seperti olaharaga, upacara dan ekstra kurikuler diminta dikurangi dan andaikan kondisi kabut asap semakin parah, maka sekolah dapat menerapkan sekolah jarak jauh (daring). 

Karhutla nan melanda sejumlah wilayah di Kalsel semakin meluas. Daerah terparah dilanda karhutla antara lain Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan. Puluhan sekolah dan Pondok Pesantren berada di wilayah rawan karhutla dan kabut asap. Meski demikian aktivitas sekolah di Kalsel tetap melangkah normal.

Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin mengatakan kondisi Karhutla dan kabut asap telah memicu terjadinya peningkatan gangguan kesehatan pada masyarakat antara lain ISPA dan Pnemonia. Pihaknya juga telah menerbitkan info mengenai penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Pada Rabu (19/8), indeks kualitas udara berasas partikulat PM2,5 mencapai 420 alias dalam kondisi rawan di wilayah Kota Banjarbaru. Terutama pada awal hari hingga pagi sekitar pukul 08.00 wita.

"Kita imbau penduduk untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan terutama di wilayah nan dilanda kabut asap. Masker juga terus kita bagikan termasuk ke sekolah-sekolah dan pondok pesantren," ujarnya. 

Kamis (20/8), BPBD Kota Banjarbaru membagikan ribuan masker kepada masyarakat di wilayah nan diselimuti kabut asap seperti area Landasan Ulin. Daerah ini menjadi wilayah terparah serangan kabut asap akibat terbakarnya areal lahan gambut sekitar. Kabut asap juga beberapa kali mengganggu aktivitas penerbangan dan arus lampau lintas di wilayah berdekatan airport Syamsudin Noor tersebut. (DY/E-4)

Selengkapnya