Sekutu Dekat AS Desak Iran tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz

48 menit yang lalu 1
Sekutu Dekat AS Desak Iran tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(Xinhua)

PERDANA Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menekankan pentingnya navigasi bebas dan tanpa biaya di Selat Hormuz dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Rabu (12/8/2026). Langkah ini diambil menyusul penutupan efektif jalur perdagangan vital tersebut akibat mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pembicaraan selama 20 menit tersebut, Takaichi menegaskan bahwa pemulihan keamanan di Selat Hormuz sangat krusial bagi stabilitas ekonomi global, khususnya bagi Jepang nan sangat berjuntai pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah. Ia mendesak agar tidak ada pengenaan biaya tambahan bagi kapal-kapal nan melintasi jalur tersebut.

Selain masalah navigasi, Takaichi mendorong Iran untuk segera melanjutkan pembicaraan dengan AS guna mencapai kesepakatan mengenai masalah nuklir. "Jepang menilai krusial bagi AS dan Iran untuk secepatnya menggelar pembicaraan dan mencapai kesepakatan," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Takaichi juga menyoroti situasi di Selat Bab el-Mandeb nan sekarang menjadi rute pengganti pengangkutan minyak. Ia meminta Presiden Pezeshkian untuk mendesak golongan Houthi di Yaman agar menahan diri, menyusul laporan serangan mematikan terhadap kapal kargo pada Selasa (11/8). Sebelumnya, Takaichi telah berkoordinasi dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said mengenai keprihatinan keamanan daya ini.

Menanggapi perihal tersebut, Presiden Pezeshkian menjelaskan posisi Iran serta prospek perbincangan dengan Oman dan Arab Saudi untuk menyelesaikan ketegangan di kawasan. Iran menyatakan sedang berupaya mencari solusi melalui jalur diplomasi regional.

Di sisi lain, PM Takaichi kembali menagih penyelesaian kasus penduduk negara Jepang nan ditahan di Iran, nan diyakini merupakan kepala biro lembaga penyiaran NHK. Meski sempat dibebaskan dengan agunan pada April lalu, Jepang mendesak kepastian norma segera bagi warganya.

Pembicaraan ini merupakan komunikasi keempat antara kedua pemimpin sejak ketegangan di Timur Tengah meningkat pada Februari lalu. Jepang terus berupaya memposisikan diri sebagai mediator nan menjaga hubungan baik dengan Iran, meskipun berstatus sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. (Kyodo/Ant/I-1)

Selengkapnya