Senator AS Soroti USS Abraham Lincoln 250 Hari di Laut

1 jam yang lalu 2
Senator AS Soroti USS Abraham Lincoln 250 Hari di Laut USS Abraham Lincoln.(Al Jazeera)

SENATOR Amerika Serikat (AS) Richard Blumenthal meminta penjelasan tegas dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut Hung Cao mengenai kondisi awak kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal tersebut dilaporkan telah berada di laut selama lebih dari 250 hari berturut-turut tanpa melakukan kunjungan ke pelabuhan.

Blumenthal, nan merupakan personil Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, menyampaikan kekhawatirannya melalui surat resmi kepada Pentagon. Ia menyoroti beragam laporan mengenai penurunan kualitas hidup dan kepantasan huni di atas kapal induk tersebut nan dinilai sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

"Telah ada laporan luas tentang kekurangan persediaan dasar, kontaminasi air, masalah pipa ledeng, memburuknya kesehatan mental, masalah keselamatan dek, dan gangguan dalam sistem pos, nan menyebabkan banyak paket support nan sedang dalam perjalanan ke kapal lenyap selama berbulan-bulan," tulis Blumenthal dalam suratnya.

Rekor Penugasan dan Krisis Kesiapan

Berdasarkan info nan disampaikan Blumenthal, USS Abraham Lincoln meninggalkan Pangkalan Angkatan Laut San Diego pada 21 November 2025. Penugasan tersebut semula direncanakan berjalan selama tujuh bulan dan berhujung pada Mei 2026. Namun, masa tugas diperpanjang tanpa adanya kepastian tanggal kepulangan bagi para awak.

Kondisi ini membikin USS Abraham Lincoln mencatat rekor baru untuk lama hari berturut-turut di laut tanpa sandar (lebih dari 200 hari pada titik tertentu, sekarang melampaui 250 hari). Blumenthal menilai perpanjangan ini memicu pertanyaan besar mengenai keahlian Angkatan Laut AS dalam mempertahankan tempo operasional tanpa mengorbankan kesejahteraan awak dan kesiapan peralatan.

"Laporan-laporan ini memerlukan perhatian segera, tetapi juga menimbulkan pertanyaan nan lebih luas: apakah Angkatan Laut dapat mempertahankan tempo operasional nan sekarang dituntut dari kekuatan kapal induknya," tegasnya.

Dampak Operasi di Timur Tengah

Lamanya penugasan USS Abraham Lincoln berangkaian erat dengan peningkatan kehadiran militer AS di area Timur Tengah, khususnya dalam menghadapi ketegangan dengan Iran. Blumenthal memperingatkan bahwa penugasan nan berkepanjangan meningkatkan akibat keselamatan nan fatal.

Para pelaut kudu bekerja di lingkungan ekstrem nan melibatkan mesin jet, bahan bakar, persenjataan, dan sistem kelistrikan tegangan tinggi di bawah tekanan mental nan berat. Kelelahan kronis dan tertundanya pemeliharaan rutin kapal dianggap dapat memperbesar akibat kecelakaan kerja maupun ancaman dari pihak lawan.

Senator tersebut meminta Pentagon merinci rencana operasional golongan tempur kapal induk di Timur Tengah untuk 12 hingga 24 bulan ke depan, serta menuntut transparansi mengenai siapa nan memberikan otorisasi perpanjangan tugas Lincoln dan argumen operasional di baliknya.

Laporan Insiden Keselamatan Awak

Kekhawatiran semakin memuncak setelah muncul laporan dari Navy Times dan Stars and Stripes mengenai adanya sejumlah pelaut nan mencoba melompat ke laut (man overboard) saat kapal memasuki bulan kesembilan penugasan. Insiden ini diduga kuat berangkaian dengan tekanan kesehatan mental akibat isolasi panjang di laut.

Tuntutan Transparansi Kelayakan Huni

Dalam suratnya, Blumenthal mendesak Angkatan Laut memberikan daftar masalah spesifik mengenai akomodasi kebersihan, keberadaan jamur, kondisi toilet, hingga kesiapan air bersih di atas kapal nan membawa sekitar 5.000 personel tersebut.

Ia juga meminta Pentagon memaparkan parameter nan digunakan untuk memantau moral dan kesehatan mental awak, serta info mengenai peningkatan masalah disiplin alias medis selama masa penugasan panjang ini. Hal ini diperlukan untuk mengevaluasi apakah struktur kekuatan Angkatan Laut saat ini tetap berkepanjangan untuk memenuhi ambisi geopolitik AS di masa depan. (I-2)

Selengkapnya