Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto membujuk seluruh pelaku upaya nasional untuk berasosiasi membangun kekuatan ekonomi Indonesia melalui konsep Indonesia Incorporated. Menurutnya, kerjasama antara pelaku upaya besar, menengah, hingga mini menjadi kunci untuk menghadapi ketatnya persaingan global.
Ajakan tersebut disampaikan Prabowo saat meluncurkan Program Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
"Hari ini saya membujuk kalian: Indonesia Incorporated. Kita kudu jadi satu. nan kuat, nan menengah, nan agak menengah, dan nan lemah kudu bersatu," kata Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menilai industri nasional saat ini berhadapan dengan pesaing besar dari beragam negara, seperti Jepang, Korea Selatan, hingga China. Karena itu, dia mengapresiasi para pelaku upaya nan tetap berani berinvestasi dan mengembangkan industri di dalam negeri meski menghadapi persaingan nan tidak mudah.
Menurutnya, penguatan industri nasional merupakan bagian dari kepentingan strategis bangsa, terutama untuk mengurangi ketergantungan terhadap daya dan produk dari luar negeri.
"Saya memandang bahwa ini kepentingan nasional. Kita butuh untuk tidak tergantung kepada daya di luar negara kita," ujarnya.
Prabowo menegaskan Indonesia mempunyai ukuran ekonomi dan jumlah masyarakat nan terlalu besar untuk terus berjuntai pada negara lain. Ketergantungan tersebut, kata dia, membikin Indonesia rentan terkena akibat gejolak global, mulai dari bentrok geopolitik hingga perang dagang.
"Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar. Terlalu besar. Ada perang di tempat nan jauh, rakyat kita bisa korban. Kita enggak ada kepentingan. Ada pertikaian di mana, ada perang jual beli di mana, kita kena," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membandingkan karakter seorang pengusaha dengan prajurit. Sebagai mantan tentara dan pelaku usaha, dia menilai keduanya sama-sama dituntut mempunyai keberanian mengambil risiko, strategi nan matang, serta keahlian membaca tantangan.
Menurutnya, seorang entrepreneur kudu mempunyai keahlian layaknya seorang komandan di medan perang, mulai dari mengandalkan intelijen, melakukan riset dan pengembangan, hingga menyiapkan logistik dan kalkulasi nan matang sebelum mengambil keputusan.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan Indonesia mempunyai kekayaan sumber daya alam nan sangat besar. Tantangan utama saat ini adalah memastikan potensi tersebut dapat dikelola secara optimal untuk mendukung kemandirian ekonomi nasional.
"Ternyata jika kita belajar dengan benar, tidak usah terlalu lama kita mengerti, Indonesia mempunyai kekuatan luar biasa. Indonesia mempunyai sumber alam luar biasa, tinggal kita bisa alias tidak menjaga dan mengelolanya," kata Prabowo.
Ia menilai pengembangan industri motor listrik nasional menjadi salah satu contoh konkret upaya memanfaatkan kekuatan domestik untuk memperkuat ketahanan daya sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan dari luar negeri.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

52 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·