Ilustrasi(Dok Istimewa)
Ratusan siswa SMA, SMK, dan SLB di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur serentak mengunjungi kediaman para veteran untuk mendengarkan kisah perjuangan secara langsung sekaligus menggali pesan moral bagi generasi muda. Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) menginisiasi aktivitas inovatif mengenal sejarah berjudul "Murid Menjemput Sejarah: 81 Tahun Indonesia Merdeka" untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Bersama para guru, siswa berjamu ke kediaman para veteran untuk mendengarkan kisah perjuangan secara langsung sekaligus menggali pesan moral bagi generasi muda,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Surabaya, Minggu (16/8).
Menurut Aries, aktivitas ini sengaja dirancang agar para pelajar tidak sekadar mempelajari sejarah melalui literatur formal, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pelaku dan saksi sejarah.
“Kami mau anak-anak tidak hanya mengenal kemerdekaan dari kitab pelajaran, upacara, alias cerita di ruang kelas. Kami mau mereka datang langsung, duduk berbareng para veteran dan family pejuang, mendengar kisahnya, memandang keteladanannya, serta memahami bahwa kemerdekaan nan dirasakan hari ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan luar biasa,” ujar Aries, Sabtu (15/8).
Konsep aktivitas ini dikemas secara sederhana. Setiap sekolah diarahkan mengunjungi minimal satu veteran alias pejuang kemerdekaan. Selain bersilaturahmi, para siswa juga menyerahkan bingkisan tali asih sebagai corak perhatian dan penghormatan.
Namun, Aries menegaskan bahwa penyerahan bingkisan bukanlah tujuan utama. Hal paling substansial adalah menumbuhkan rasa empati dan mempertemukan generasi muda secara langsung dengan sejarah bangsa.
“Sembako, selimut, maupun tali asih nan dibawa siswa sebenarnya bukan tujuan utama. nan paling krusial adalah menghadirkan rasa hormat, kepedulian, dan apresiasi tulus generasi hari ini kepada para pejuang,” ungkapnya.
Aries menekankan bahwa semangat perjuangan perlu diterjemahkan sesuai tantangan era modern. Mengisi kemerdekaan saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui pencapaian prestasi, pendidikan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Kami mau menanamkan kepada siswa bahwa mengisi kemerdekaan sekarang adalah dengan belajar sungguh-sungguh, berprestasi, menjaga persatuan, mempunyai kepedulian sosial, serta memberikan kontribusi berfaedah bagi negara,” katanya.
Dalam setiap kunjungan, para siswa mendokumentasikan pesan kemerdekaan dari para veteran dalam corak video berdurasi 1–2 menit maupun tulisan tangan. “Yang membikin aktivitas ini berbeda adalah setiap kunjungan menghasilkan arsip pesan kemerdekaan dari veteran untuk murid-murid di Jawa Timur,” jelas Aries.
Aries menilai aktivitas ini berpotensi menjadi model pendidikan karakter unik Jawa Timur lantaran memadukan literasi sejarah, empati sosial, penghormatan pejuang, dan pengarsipan sejarah lokal.
“Jika kitab mengajarkan sejarah, maka para veteran mengajarkan kepada anak-anak kita tentang nilai sebuah kemerdekaan,” tuturnya.
Respon positif dan rasa haru pun terpancar dari para veteran. Menurut Aries, banyak di antara mereka nan merasa tersentuh lantaran generasi muda tetap menunjukkan kepedulian untuk mendengarkan rekam jejak perjuangan mereka.
“Para veteran sangat mengapresiasi kehadiran para siswa dan guru. Mereka terharu lantaran tetap ada nan peduli pada sejarah secara langsung,” tambahnya. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·