Sesak Nafas, Lansia Meninggal di Pengungsian Mandiri di Sikka NTT

11 jam yang lalu 4
Sesak Nafas, Lansia Meninggal di Pengungsian Mandiri di Sikka NTT : Warga terdampak gempa bumi berkekuatan 7,7 Magnitudo beraktivitas di tenda darurat nan disediakan BNPB di posko pengungsian utama Lapangan Gelora Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebanyak 1.600 jiwa terpaksa meninggalkan rumah l(MI/Usman Iskandar)

SEORANG penduduk Usman, 67, meninggal bumi di posko pengungsian berdikari di Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT),  Kamis (20/8) siang .

Ia meninggal setelah mengalami sesak napas dan batuk-batuk di letak pengungsian. Usman sebelumnya mempunyai riwayat sakit. 

Selama berada di letak pengungsian, dia hanya beristirahat dengan berasaskan terpal dan kain seadanya. Kondisi tempat pengungsian nan terbuka membikin penduduk kudu memperkuat dengan akomodasi nan sangat terbatas.

Pada Kamis (20/8) pagi, kondisi Usman memburuk. Ia mengalami sesak napas dan batuk-batuk hingga akhirnya terjatuh di letak pengungsian.

Warga kemudian membawa Usman ke Puskesmas Watubaing untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah mendapat penanganan, nyawanya tidak tertolong.

Sebelumnya, seorang penduduk setempat berjulukan Hasmida juga mengalami kejadian nan menakut-nakuti nyawa. Hasmida dilaporkan mengalami gigitan ular di sekitar letak pengungsian.

Korban sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Watubaing sebelum dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Hingga kini, Hasmida tetap menjalani perawatan medis. 

Di Desa Nangahale, sebanyak 393 kepala family alias 1.551 jiwa tercatat memperkuat di tiga posko pengungsian mandiri. Mereka terdiri atas 27 ibu hamil, 75 ibu menyusui, 179 lansia, 90 balita, 603 anak-anak, serta 19 penyandang disabilitas.

Keberadaan golongan rentan dalam jumlah besar membikin kebutuhan terhadap jasa kesehatan, perlindungan, makanan, air bersih, tempat tinggal nan layak, serta keamanan di letak pengungsian menjadi semakin mendesak.

Warga berambisi pemerintah wilayah tidak hanya memastikan penyaluran support di wilayah perkotaan alias pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau lokasi-lokasi pengungsian berdikari nan berada di wilayah terpencil. (H-4)

Selengkapnya