Setelah Gempa di NTT, 56 SPBU di Flores Kembali Beroperasi 100 Persen

1 jam yang lalu 2
Setelah Gempa di NTT, 56 SPBU di Flores Kembali Beroperasi 100 Persen Truk Pengangkut BBM Pertamina/Foto: Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus(MI/Palce Amalo)

Setelah Gempa di NTT, 56 SPBU di Flores Kembali Beroperasi 100 PerseARENA Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan sebanyak 56 SPBU alias 100 persen SPBU di Pulau Flores telah kembali melayani masyarakat. setelah gempa berkekuatan 7,7 magnitude nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, 17 pemasok minyak tanah bersubsidi dan lima pemasok LPG juga telah beraksi normal.

"Dari sisi jasa kepada masyarakat, seluruh lembaga penyalur kami di wilayah Pulau Flores sudah kembali beraksi dan dapat melayani kebutuhan daya masyarakat," kata Ahad, Jumat (21/8).

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan daya untuk industri dan pembangkit listrik juga tidak mengalami hambatan lantaran Pertamina telah menyiapkan sejumlah rute alternatif. Hal serupa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pesawat di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Dari delapan terminal Pertamina nan berada di NTT, tujuh terminal tetap dapat beraksi normal. Sementara Fuel Terminal Reo menjadi satu-satunya terminal nan mengalami hambatan dan saat ini dalam tahap persiapan untuk kembali beraksi setelah dilakukan pengecekan serta servis di lapangan.

Untuk menjaga pasokan, Pertamina menjalankan skema alternate supply, termasuk mendatangkan BBM dan bahan bakar aviasi dari wilayah terdekat di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Mobil tangki dikirim dari Bima melalui Pelabuhan Sape menuju Labuan Bajo untuk membawa BBM dan bahan bakar aviasi.

Ahad memastikan kesiapan LPG di Flores dalam kondisi mencukupi. Setiap pemasok mempunyai stok antara 300 hingga 1.000 tabung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pertamina, lanjut dia, tetap melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan pengedaran akibat gempa susulan maupun aktivitas Gunung Ranaka. Empat terminal besar di Flores, ialah Fuel Terminal Reo, Fuel Terminal Rangtangga, Fuel Terminal Ende dan terminal di Maumere, disiapkan untuk saling membackup andaikan terjadi gangguan pada jalur distribusi.

"Ini menjadi atensi untuk memilih dan memilah letak jalur distribusi. Empat terminal besar tersebut saling membackup untuk memitigasi jalur-jalur nan terputus akibat dampak gempa susulan dan juga letusan gunung," ujarnya. (H-4)

Selengkapnya