Setelah Gempa NTT, Menkes Pastikan RSUD Komodo Jadi Rumah Sakit Rujukan

17 jam yang lalu 4
Setelah Gempa NTT, Menkes Pastikan RSUD Komodo Jadi Rumah Sakit Rujukan Menkes Budi Gunadi Sadikin berbincang dengan salah satu pasien di tenda darurat RSUD Komodo, Selasa (18/8) petang.(MI/Marianus  Images)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengunjungi RSUD Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa (18/8) petang untuk memantau kesiapan rumah sakit dalam menangani pasien korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Kesehatan memilih RSUD Komodo sebagai rumah sakit rujukan bagi pasien korban gempa dari sejumlah wilayah terdampak. 

Hingga Selasa (18/8) terdapat tujuh pasien rawat inap nan merupakan pasien rujukan korban gempa bumi dari Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Budi mengatakan, RSUD Komodo mempunyai peran krusial sebagai rumah sakit rujukan, khususnya bagi pasien dari wilayah Manggarai dan Manggarai Timur. Sebelumnya, pasien dari sejumlah wilayah tersebut banyak dirujuk ke RSUD Ruteng lantaran belum mempunyai rumah sakit dengan akomodasi nan memadai.

Menkes memastikan kondisi gedung RSUD Komodo tetap layak digunakan. Kementerian Kesehatan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk memeriksa kondisi struktur gedung rumah sakit setelah gempa.

"Saya sudah minta Menteri PU untuk cek, tapi Menteri PU bilang ke saya, 'Oh, enggak ada apa-apa, Pak. Ini 100 persen bisa dipakai'," kata Budi saat mengunjungi RSUD Komodo, Selasa petang.

Menurut Budi, hasil pemeriksaan menunjukkan nyaris tidak terdapat retakan signifikan pada gedung rumah sakit. Meski terdapat retakan kecil, kondisi tersebut dinilai tidak membahayakan. Ia menegaskan penilaian kepantasan gedung merupakan kewenangan tenaga mahir dari Kementerian Pekerjaan Umum.

"Yang ahlinya kan bukan kita, kita mahir benerin orang, tapi jika benerin gedung ya kudu orang PU," ujarnya.

Namun, berasas pantauan Media Indonesia, Selasa (18/8), puluhan pasien tetap menjalani perawatan di tenda darurat nan berada di area rumah sakit. Sebagian pasien lainnya memilih menempati lobi RSUD Komodo.

Pengelola rumah sakit menyebut pasien tetap menolak dirawat di ruang rawat inap lantaran mengalami trauma setelah merasakan guncangan gempa di NTT  beberapa waktu lalu. Mereka merasa lebih kondusif berada di area terbuka alias lobi rumah sakit.

Menkes meminta pasien tidak lagi cemas untuk menempati ruang rawat inap setelah adanya kepastian dari Kementerian Pekerjaan Umum bahwa gedung RSUD Komodo layak digunakan.

"Nanti saya bilang keluarin aja suratnya biar pasien bisa masuk ke dalam, kasihan. Daripada mereka di luar kan enggak nyaman, mereka tidur di luar," kata Budi.

Sementara itu, RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Borong di Kabupaten Manggarai Timur mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Kondisi ini membikin RSUD Komodo semakin krusial sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan korban gempa Flores, NTT.

Pemerintah terus memastikan akomodasi kesehatan di wilayah terdampak dapat berfaedah optimal agar korban gempa mendapatkan pelayanan medis nan kondusif dan memadai. (H-4)

Selengkapnya