Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela

59 menit yang lalu 3
Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela Presiden AS Donald Trump(AFP)

PRESIDEN Donald Trump mengeklaim bahwa Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan pengelolaan minyak dengan Venezuela. Dalam perjanjian tersebut, AS mengamankan kendali kebanyakan atas lebih dari 65 miliar barel persediaan minyak di Venezuela melalui konsesi jangka panjang.

Langkah itu diambil guna menekan lonjakan nilai bahan bakar minyak (BBM) domestik di Amerika Serikat nan sekarang melampaui $4 per galon, dipicu oleh krisis daya dunia akibat bentrok dengan Iran. Melalui upaya patungan (joint venture) baru, AS menguasai 55 persen hasil produksi minyak nan nantinya bakal dialokasikan untuk mengisi Cadangan Minyak Strategis (SPR) serta memenuhi kebutuhan operasional militer AS.

"Atas pengarahan saya, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Menteri Perang Pete Hegseth, bekerja sama erat dengan Presiden Sementara Venezuela nan Sangat Dihormati, Delcy Rodriguez, dan melalui kemitraan dengan upaya swasta, telah mengamankan kendali kebanyakan AS atas lebih dari 65 MILIAR BAREL persediaan minyak terbukti di Venezuela, tanpa mengeluarkan biaya dari Wajib Pajak Amerika," tulis Trump di media sosial.

Perang AS-Iran telah mengganggu seperlima pasokan minyak bumi selama enam bulan. Miliaran barel minyak dan bahan bakar dalam stok komersial telah lenyap. Cadangan darurat AS belum pernah sekecil itu sejak awal tahun 1980-an, dengan penanammodal pasar obligasi dan pemilih nan mulai kehabisan kesabaran terhadap harga-harga nan tinggi.

"Transaksi Bersejarah Ini MENINGKATKAN LEBIH DARI DUA KALI LIPAT Cadangan Minyak Amerika, sangat meningkatkan Pasokan Minyak kita, dan bakal secara substansial menurunkan Harga BBM bagi seluruh rakyat Amerika hingga jauh ke depan, sekaligus membantu menuntun Venezuela menuju Keberhasilan Luar Biasa dan Kemakmuran Besar," tulis Trump dalam unggahannya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyebutnya sebagai kemitraan nan saling menguntungkan. Bagi Venezuela, perjanjian ini diproyeksikan bakal mendatangkan investasi swasta hingga $100 miliar (sekitar Rp1.500 triliun) untuk memulihkan prasarana daya negara Amerika Selatan tersebut.

Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan bahwa kerja sama ini bermaksud mengembalikan posisi Venezuela sebagai kekuatan daya bumi sekaligus membuka ribuan lapangan kerja baru. Kesepakatan ini menjadi kelanjutan dari reformasi undang-undang migas Venezuela nan mempermudah masuknya investasi asing, pasca-operasi militer AS nan melengserkan Nicolás Maduro pada awal tahun.

(CNN/P-4)

Selengkapnya