Setiap Detik Berharga, Perjuangan Tim SAR dan Warga Selamatkan Korban Gempa Kolombia

1 jam yang lalu 8
Setiap Detik Berharga, Perjuangan Tim SAR dan Warga Selamatkan Korban Gempa Kolombia Evakuasi korban gempa nan mengguncang Kolombia(Ministry of Defence of Colombia)

HARAPAN tetap ada di tengah puing-puing reruntuhan gempa luar biasa bermagnitudo 7,4 nan mengguncang Kolombia. Tim SAR dan penduduk lokal terus bekerja tanpa capek mengejar waktu demi menyelamatkan ribuan korban nan tetap tertimbun.

Bencana alam ini menewaskan sedikitnya 240 orang dan menyebabkan sekitar 3.000 penduduk dilaporkan hilang.

Di Kota Cali, salah satu wilayah terdampak paling parah, petugas pemadam kebakaran sukses menarik seorang laki-laki berumur 35 tahun dari puing-puing gedung nan runtuh pada Selasa awal hari, nyaris 24 jam setelah gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang Kolombia bagian barat.

"Kami menemukan kehidupan di bawah reruntuhan... Setiap menit sangat berharga," tulis dinas pemadam kebakaran setempat melalui platform X, menyertai video penyelematan korban dari bawah balok beton.

Sorak sorak haru kemudian pecah saat petugas sukses mengevakuasi seorang wanita berjulukan Diana Troncoso, 31, dari kembali reruntuhan gedung setelah proses pengamanan dramatis selama 16 jam.

"Bisa keluar hidup-hidup dari sana betul-betul sebuah mukjizat," tutur sang ayah, Álvaro Troncoso, dengan mata berkaca-kaca.

Gempa bumi ini menjadi nan terdahsyat di Kolombia sejak musibah serupa pada Januari 1999. Dampaknya sangat masif: ratusan orang tewas, ribuan gedung hancur, dan ribuan penduduk belum diketahui nasibnya.

Bencana besar ini menjadi ujian berat bagi Presiden baru Kolombia, Abelardo de la Espriella, nan baru saja dilantik kurang dari 72 jam sebelum gempa terjadi. De la Espriella langsung menetapkan status darurat nasional dan turun langsung memimpin penanganan musibah di lapangan.

“Kita bakal melewati ini bersama-sama,” kata wali kota Cali, Alejandro Eder, kepada 2,3 juta warganya selama pertemuan nan disiarkan televisi dengan presiden Abelardo de la Espriella.

Kondisi serupa dialami Kota Pereira, 210 kilometer di utara Cali. Sedikitnya 53 orang dilaporkan tetap terjebak di dalam 58 gedung nan roboh, dengan nomor kematian terkonfirmasi mencapai 66 jiwa.

Sejumlah pengamat mengapresiasi respons sigap dan transparan dari pemerintah Kolombia. Penanganan musibah ini dinilai jauh lebih terorganisasi dibandingkan penanganan gempa bumi di negara tetangga, Venezuela, pada Juni lampau nan sempat menuai kecaman publik akibat lambatnya tindakan pemerintah.

Selengkapnya