Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa daya asal Inggris, Shell, kembali melakukan penataan portofolio bisnisnya dengan melepas aset gas strategis di area Mediterania Timur. Langkah ini dilakukan ketika perusahaan makin garang memperkuat posisi di pasar gas alam cair alias liquefied natural gas (LNG), nan permintaannya terus meningkat di beragam bagian dunia.
Mengutip Reuters, Jumat (1/8/2026), Shell mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk menjual unit usahanya di Siprus, BG Cyprus, kepada perusahaan minyak dan gas asal Hungaria, MOL Group, dengan nilai transaksi hingga US$720 juta alias sekitar Rp13 triliun.
Transaksi tersebut bakal memberikan MOL kendali atas kepemilikan 35% saham nonoperator nan dimiliki BG Cyprus di salah satu blok lepas pantai Siprus nan menjadi letak ladang gas Aphrodite, salah satu proyek daya krusial di area Mediterania Timur.
Penyelesaian transaksi diperkirakan berjalan pada 2027, setelah seluruh persyaratan dan proses izin terpenuhi.
Presiden Integrated Gas Shell, Cederic Cremers, mengatakan keputusan perusahaan untuk keluar dari proyek tersebut merupakan bagian dari strategi alokasi modal nan lebih disiplin.
"Keputusan kami untuk keluar didorong oleh alokasi modal nan disiplin dan pilihan portofolio bisnis, seiring kami berfokus pada kesempatan nan memperkuat rantai nilai LNG terintegrasi milik kami," katanya.
Menurut Shell, konsentrasi perusahaan saat ini adalah memperbesar eksposur pada upaya LNG dunia nan dinilai mempunyai prospek pertumbuhan jangka panjang lebih menarik dibanding sejumlah aset gas konvensional lainnya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3







English (US) ·
Indonesian (ID) ·