ilustrasi(Lionel BONAVENTURE / AFP)
SIDANG gugatan norma nan dihadapi induk perusahaan Instagram dan Facebook, Meta, resmi dibuka di Pengadilan Federal Oakland, California. Dalam persidangan tersebut, tim pengacara dari 29 negara bagian Amerika Serikat menuding Meta secara sengaja merancang platformnya agar adiktif bagi anak-anak dan remaja demi mengejar untung finansial.
Pengacara utama negara bagian California, Megan O'Neill, membeberkan bukti riset internal Meta nan menunjukkan bahwa satu dari lima remaja mengaku merasa lebih jelek setelah menggunakan Instagram. Dokumen tersebut juga mencatat bahwa para remaja merasa mempunyai ketergantungan tinggi pada platform tersebut.
"Model upaya Meta sangat jelas: pikat pengguna, tahan mereka selama mungkin, panen info mereka, dan sembunyikan kebenaran dari publik," tegas O'Neill di hadapan majelis juri.
Selain menuntut tukar rugi hingga miliaran dolar atas dugaan pelanggaran undang-undang privasi anak, puluhan negara bagian AS tersebut mendesak pengadilan untuk memaksa Meta mengubah kreasi aplikasinya. Perubahan nan dituntut antara lain penghapusan fitur jumlah like dan sistem guliran tanpa pemisah (infinite scroll).
Bantahan Meta
Menanggapi tuduhan berat tersebut, tim kuasa norma Meta mematahkan klaim bahwa produk mereka dirancang adiktif. Kuasa norma Meta, Paul Schmidt, berdasar bahwa istilah "kecanduan media sosial" secara ilmiah belum terbukti keberadaannya.
Schmidt juga meluruskan temuan riset internal nan dikutip pihak penggugat. Menurutnya, arsip nan sama menunjukkan bahwa 41 persen remaja justru merasa lebih baik saat menggunakan Instagram, sementara 41 persen lainnya mengaku tidak merasakan akibat negatif.
Terkait tuduhan pembiaran pengguna di bawah usia 13 tahun, pihak Meta berdasar bahwa batas undang-undang privasi info justru menyulitkan perusahaan untuk memverifikasi dan mengacak usia setiap pengguna secara intensif.
Persidangan di Oakland ini dijadwalkan berjalan selama enam minggu ke depan dan diprediksi bakal menjadi tembok pertarungan norma terpenting bagi industri teknologi dunia dalam menetapkan standar keselamatan anak di ruang digital.
(BBC/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·