Sidang Korupsi Bupati Pati Sudewo Nyaris Ricuh, Saksi Ungkap Setoran Perangkat Desa

5 jam yang lalu 5
Sidang Korupsi Bupati Pati Sudewo Nyaris Ricuh, Saksi Ungkap Setoran Perangkat Desa Bupati Pati nonaktif Sudewo menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Kota Semarang, Senin (15/6).(Antara)

SIDANG lanjutan kasus dugaan korupsi dengan terdakwa Bupati Pati (nonaktif) Sudewo di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (10/8), diwarnai ketegangan antar-massa. Di dalam ruang sidang, sejumlah saksi membeberkan adanya praktik setoran duit ratusan juta rupiah untuk pengisian kedudukan perangkat desa.

Kericuhan nyaris pecah di depan gedung pengadilan saat ratusan loyalis Sudewo berjumpa dengan golongan kontra nan mengatasnamakan Pati Ora Sepele (POS). Aparat kepolisian nan bersiaga segera melakukan penyekatan dan mengarahkan massa kontra untuk berorasi di sisi barat dengan jarak sekitar 170 meter guna menghindari tumbukan fisik.

Dalam persidangan nan dipimpin pengadil Edwin Pudyono, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan sejumlah saksi, termasuk penduduk dan perangkat Desa Sidoluhur, Kecamatan Jaken. Saksi Joko Lastari mengaku menyetorkan duit sebesar Rp165 juta kepada Kepala Desa Sidoluhur, Sudardi, sebagai syarat mendaftar posisi Kasi Perencanaan.

"Saya menggadaikan tanah, menjual emas, dan meminjam ke saudara. Uang itu saya setorkan langsung ke Pak Kades," ungkap Joko dalam kesaksiannya. Hal senada disampaikan saksi Suyanto nan menyebut diminta menyediakan biaya Rp225 juta untuk posisi Sekretaris Desa (Sekdes) bagi istrinya.

Saksi lainnya, Ria Erlita Sari, mengungkapkan dirinya diminta menyetor Rp165 juta pada Januari 2026. Ia menyebut ada tekanan waktu penyetoran nan sangat singkat. Namun, proses tersebut terhenti setelah adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK di kediaman Sudardi.

Bupati nonaktif Sudewo datang dalam persidangan dengan pengawalan ketat, mengenakan batik dan rompi tahanan oranye. Sidang ini terus mendalami dugaan pemerasan dan aliran biaya dalam proses seleksi perangkat desa di Kabupaten Pati nan menyeret sang bupati nonaktif tersebut. (AS/I-1)

Selengkapnya