Singapura Tiba-Tiba Borong Rudal Canggih AS Rp 401 M, Ada Apa?

3 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Singapura akan menambah armada persenjataan militernya. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat (AS) resmi menyetujui draf usulan paket penjualan rudal presisi udara-ke-darat, Hellfire, senilai US$ 22,3 juta (Rp 401 miliar). 

Penambahan alutsista taktis ini ditujukan langsung untuk memenuhi draf kebutuhan operasional serta program training intensif Angkatan Udara Republik Singapura (RSAF). Mengutip laporan CNA, Kamis (2/7/2026), Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa pihaknya telah meloloskan potensi draf penjualan tambahan 24 unit rudal AGM-114R Hellfire ke Singapura, komplit dengan jasa support teknis dan peralatan mengenai lainnya.

Persetujuan terbaru ini merupakan draf ekspansif dari paket awal senilai US$ 12,4 juta (Rp 222,95 miliar). Ini sebelumnya berada di bawah periode pemisah wajib notifikasi Kongres AS, sehingga sekarang akumulasi total pengadaan bagi negara kota tersebut genap mencapai 67 unit rudal.

Senjata presisi tinggi buatan pabrikan pertahanan Lockheed Martin ini nantinya bakal dipasangkan sebagai kompartemen pemukul utama pada armada helikopter serang AH-64D Apache Longbow milik militer Singapura.

"Kementerian Pertahanan Singapura (MINDEF) dan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) mengambil pandangan strategis jangka panjang dalam akuisisi pertahanan kami untuk memastikan bahwa kami membikin keputusan nan bijak dan irit biaya nan paling memenuhi kebutuhan pertahanan kami, serta mempertahankan kesiapan operasional," tegas Kementerian Pertahanan Singapura dalam draf tanggapan resminya.

Draf kiriman support militer luar negeri dari Washington ini sudah mencakup pengadaan suku cadang, peningkatan performa peluncur (launcher upgrades), jasa pemeliharaan dan perbaikan berkala, support perangkat lunak, penyediaan publikasi teknis, training personel, hingga support logistik terpadu di lapangan.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri AS memastikan bahwa draf kesepakatan ekspor senjata dan sistem pertahanan udara teranyar ini sama sekali tidak bakal mengganggu stabilitas politik di area Asia Tenggara.

"Penjualan peralatan dan support nan diusulkan ini tidak bakal mengubah keseimbangan militer dasar di area tersebut," tulis pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS.

Pihak Washington menilai ekspor alutsista canggih ini justru bakal mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS dengan memperkuat pertahanan Singapura, nan dipandang oleh Gedung Putih sebagai kekuatan krusial bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Asia. Pihak AS juga meyakini RSAF tidak bakal menghadapi kesulitan apa pun dalam mengintegrasikan peralatan tempur baru beserta program training komando tersebut ke dalam draf struktur armed forces mereka.

Momentum draf shopping militer masif Singapura ini melangkah simultan setelah pada bulan Juni lampau AS juga telah meloloskan kesepakatan draf upgrade artileri roket senilai US$ 73 juta(Rp 1,31 triliun) bagi negara tetangga Indonesia tersebut.

(tps/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya