Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan, pedesaan menjadi kekuatan ekonomi Indonesia. Menurutnya, sebagian besar kekuatan ekonomi RI ada pada petani, nelayan, pedagang dan pengrajin. Bahkan, tak jarang kekuatan ekonomi ada pada kaum wanita dan kepala family nan tinggal di desa.
"Anak-anak muda kita nan membangun upaya di kampung-kampung mereka sendiri," ujarnya dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Prabowo menyebut, kekuatan ekonomi di desa kebal terhadap krisis lantaran roda perekonomian dapat berputar tanpa terpengaruh guncangan ekonomi global.
"Kita ingat waktu krisis 98, krisis moneter, bank-bank besar tutup, perusahaan-perusahaan besar bangkrut, banyak nan dijual tapi ekonomi desa ekonomi kerakyatan justru tetap kuat, kokoh," ungkapnya.
Prabowo menyebut, nan dapat menyelamatkan ekonomi Indonesia dan sukses keluar dari krisis justru para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Yang menyelamatkan kita justru adalah UMKM dan ekonomi kerakyatan. Karena itu konektivitas antara desa kudu baik," imbuhnya.
Prabowo mengungkapkan lebih jauh, tahun ini pemerintah telah menyelesaikan 2.500 jembatan desa nan dibangun oleh TNI dan 874 jembatan desa nan dibangun oleh Kepolisian Republik Indonesia. Target tahun ini sebanyak lebih dari 5.000 jembatan bakal selesai.
"Tidak boleh lagi ada anak-anak kita nan kudu bertaruh nyawa hanya untuk menyeberang sungai untuk ke sekolah lantaran tidak ada jembatan. Berangkat ke sekolah kudu melangkah berjam-jam, berangkat basah, di kelas basah, pulang basah, saudara-saudara sekalian. Tidak boleh terjadi," tegasnya.
Harapannya, para pemerintah wilayah (Pemda) seperti Gubernur, Bupati, camat, Kepala Desa, dan lainnya dapat menyiapkan semua kebutuhan setiap desa.
"Semuanya mengecek desa-desanya di mana lagi dibutuhkan jembatan desa. Laporkan. Kalau Gubernur, Bupati, Kepala Desa tidak bisa mengatasi, pemerintah pusat bakal turun dan mengatasi. Kita tidak bakal membiarkan rakyat kita terlantar. Juga ibu-ibu kita, petani-petani kita tidak boleh berjam-jam menuju pasar mereka," ucapnya.
Selain itu, pemerintah juga bakal membangun akses air bersih nan menjadi kebutuhan utama kehidupan masyarakat. Ia menyebut, tahun ini di 8 bulan pertama tahun 2026 sudah membangun 3.000 titik air desa nan dibangun oleh TNI.
Di sisi lain, Ia juga menyinggung pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai pusat ekonomi rakyat. Per hari ini sudah 10.000 koperasi telah beroperasi. Dari 10.000, 3.300 koperasi telah beraksi secara optimal.
"Sisanya tetap menghadapi masa penyesuaian. Operasional optimal artinya semua sarana sudah ada, listrik, air, dan semua melangkah top, bisa dimonitor oleh sistem digital terpusat," ungkapnya.
Ia menambahkan, koperasi sudah bisa menjadi offtaker. Karena Koperasi menjadi pembeli hasil pertanian dan perikanan setempat. Koperasi juga sudah mempunyai angkutannya sendiri.
"Ini juga saya kira pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia bahwa koperasi diorganisir, dibantu, dan dilengkapi dengan angkutannya sendiri. Tidak ada lagi kelak panen nan rusak lantaran tidak ada nan mau beli, lantaran tidak ada truk nan bisa mengambil panen tersebut. Mangga nan rusak, rambutan nan rusak, tomat nan rusak, wortel nan rusak. Insyaallah ini bisa kita bantu rakyat kita secara optimal," lanjutnya.
Pemerintah menargetkan, sebanyak 30.000 koperasi beraksi secara optimal pada akhir 2026. "Kalau saya taruh sasaran 12.000 kelak sampainya 11.000. Kalau kelak 30.000 sampainya 29.000, ini prestasi," tutupnya.
(rob/dce)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·