Sinopsis Nabi Yusuf: Nabi Yakub Bertemu Yuzarsif, Terwujud Mimpi 13 Orang Bersujud

1 jam yang lalu 5
 Nabi Yakub Bertemu Yuzarsif, Terwujud Mimpi 13 Orang Bersujud Cuplikan serial TV Nabi Yusuf.(Dok Istimewa)

KISAH pertemuan antara Nabi Yakub AS dan putranya, Nabi Yusuf AS (yang dikenal di Mesir dengan nama Yuzarsif), menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah kenabian. Setelah terpisah selama kurang lebih 40 tahun akibat tipu daya saudara-saudaranya, Nabi Yakub akhirnya melangkahkan kaki menuju Mesir untuk berasosiasi kembali dengan putra tercintanya.

Berikut sinopsis serial televisi Iran berjudul Nabi Yusuf bagian 45 nan menjadi akhir dari cerita. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Doa Pengampunan Nabi Yakub di Waktu Subuh

Di tengah perjalanan ke Mesir untuk menemui Yusuf, Nabi Yakub menunjukkan kebesaran hatinya sebagai seorang ayah dan nabi. Meski anak-anaknya telah melakukan kesalahan besar di masa lalu, dia tetap memohonkan pembebasan kepada Allah SWT atas dosa-dosa mereka.

Nabi Yakub menyadari bahwa anak-anaknya tertipu oleh bujukan setan, tetapi ia memandang kesungguhan mereka dalam bertobat. Dalam doanya, dia memohon:

"Ya Allah, tolong terimalah penyesalan mereka. Meskipun mereka terlambat kembali pada-Mu, mereka sangat sedih dan penuh penyesalan. Kaulah nan Maha Pengampun, maka ampuni mereka."

Nabi Yakub secara unik memilih waktu subuh untuk memanjatkan angan tersebut. Ia meyakini bahwa subuh adalah waktu mustajab saat Allah tidak bakal menolak permohonan hamba-Nya.

Sebagai seorang ayah, dia mengaku dirinya mengampuni anak-anaknya sejak awal. Namun dia menunggu waktu nan tepat agar permohonan pembebasan bagi anak-anaknya diterima oleh Sang Pencipta.

Perjalanan Menuju Mesir dan Sambutan Rakyat

Rombongan Nabi Yakub nan terdiri dari anak-anak, cucu, dan kerabat dari Kanaan, akhirnya tiba di perbatasan Mesir. Kedatangan mereka disambut hangat oleh utusan Yusuf dan pihak keamanan setempat. Kabar mengenai kehadiran family Penyelamat Mesir ini segera sampai ke telinga Firaun Akhenaten dan Nabi Yusuf.

Mendengar berita bahwa ayahnya bakal tiba dalam waktu tiga hari, Nabi Yusuf merasa sangat senang dan berterima kasih kepada Allah. Firaun pun memerintahkan agar seluruh kota dihiasi dengan meriah dan pasukan disiapkan untuk menyambut kehadiran Nabi Yakub dengan upacara kehormatan.

Rakyat Mesir turut bersukacita. Mereka merasa berutang budi kepada Yuzarsif (Yusuf) yangmenyelamatkan negeri itu dari musibah kelaparan. Bagi mereka, menyambut family Yusuf adalah corak terima kasih nan tulus.

Momen Haru di Gerbang Kota

Saat mendekati kota, Nabi Yakub sempat terpukau memandang kemegahan gedung Mesir, termasuk piramida nan menjadi monumen raksasa di sana. Namun, konsentrasi utamanya tetaplah pada pertemuan dengan Yusuf.

Di perbatasan kota, Rodomon, pengawal setia Yusuf, menyambut rombongan tersebut. Nabi Yakub diminta berdiri di tempat nan tinggi untuk memandang ribuan orang nan berkumpul menyambutnya. Suasana alam pun seolah ikut bereaksi; angin bertiup kencang membawa berita baik, menandakan berakhirnya masa penantian panjang nan penuh kesedihan.

Pertemuan ini bukan sekadar reuni keluarga, melainkan simbol kemenangan kesabaran dan kekuatan pengampunan. Setelah 40 tahun terpisah oleh kebencian dan jarak, cinta dan ketaatan akhirnya menyatukan mereka kembali di tanah Mesir.

Momen nan dinantikan selama puluhan tahun akhirnya tiba. Suasana haru menyelimuti perbatasan Mesir saat rombongan Nabi Yakub bersiap berjumpa dengan putra tercintanya, Yusuf, nan sekarang menjadi penguasa di negeri tersebut. Ketegangan dan kegembiraan bercampur menjadi satu, menandai berakhirnya masa penantian nan panjang dan penuh air mata.

Kegugupan Menjelang Pertemuan

Sebelum pertemuan terjadi, Nabi Yakub dan istrinya, Lea, tampak sangat emosional. "Semoga dia baik-baik saja. Aku tidak tahu gimana reaksinya saat berjumpa Yusuf. Tangannya gemetaran," ungkap salah satu personil family memandang kondisi sang ayah. Nabi Yakub berupaya menenangkan hatinya nan berdegup kencang, memohon kesabaran di dalam dadanya agar kuat menghadapi momen nan sangat dia rindukan.

Di sisi lain, saudara-saudara Yusuf menyaksikan kehadiran adik mereka dengan penuh keagungan. Mereka menyadari bahwa mimpi Yusuf di masa kecil, saat mereka bakal bersujud kepadanya, sekarang menjadi kenyataan. Yusuf datang dengan kemegahan sebagai pejabat tinggi Mesir, tetapi tetap dengan hati nan penuh kasih.

Pertemuan Penuh Air Mata

Saat Yusuf muncul, seruan Allahu Akbar menggema. Nabi Yakub nan sempat kehilangan penglihatannya lantaran terus meratapi kepergian Yusuf, sekarang bisa merasakan kehadiran putranya. Isak tangis senang pecah saat keduanya berpelukan. "Yusuf, Yusuf, anakku," seru Yakub dengan bunyi bergetar.

Para saksi mata menggambarkan momen tersebut sebagai sesuatu nan susah dilukiskan dengan kata-kata. Yusuf menangis sekaligus tersenyum, pemandangan nan membikin siapa pun nan melihatnya ikut terharu. Kehadiran Nabi Yakub di Mesir juga disambut hangat oleh Firaun, nan menganggap kehadiran sang Nabi sebagai berkah nan bakal mengakhiri masa paceklik di negeri tersebut.

Terwujudnya Mimpi Masa Kecil

Salah satu momen paling sakral adalah ketika Nabi Yakub hendak mencium tangan Yusuf, tetapi Yusuf segera mencegahnya. Yusuf menegaskan bahwa ayahnya adalah pemimpin baginya. Dalam suasana penuh syukur tersebut, Nabi Yakub membujuk seluruh keluarganya untuk bersujud kepada Allah SWT.

Momen sujud ini secara langsung mewujudkan mimpi masa mini Yusuf tentang matahari, bulan, dan sebelas bintang nan bersujud kepadanya. Nabi Yakub mengakui keagungan Allah yang menampakkan sifat-sifat-Nya melalui diri Yusuf nan saleh. "Matahari nan bakal bersujud di depanmu sekarang bertimpuh di hadapanmu. Bulan dan 11 bintang juga bakal bersujud di hadapanmu," ujar Yakub mengenang mimpi tersebut.

Pesan tentang Juru Selamat

Di akhir pertemuan, Yusuf menyampaikan rasa syukurnya atas segala nikmat, mulai dari dibebaskan dari penjara hingga dipersatukan kembali dengan keluarganya setelah setan sempat memisahkan mereka. Ia bermohon agar kelak diwafatkan dalam keadaan pasrah dan ditempatkan di antara orang-orang saleh.

Kisah ini ditutup dengan pesan mendalam mengenai masa depan. Disebutkan bahwa di masa depan, bakal datang seorang ahli selamat nan dijanjikan, nan bakal menyelamatkan bumi dari kebodohan, kemiskinan, dan ketidakadilan. Kisah Nabi Yusuf ini ditegaskan bukan sekadar fiksi, melainkan konfirmasi dari kitab suci nan mengandung pedoman dan hikmah bagi orang-orang nan beriman.

Catatan Sejarah: Perpisahan antara Nabi Yakub dan Nabi Yusuf berjalan selama puluhan tahun. Pertemuan mereka di Mesir menjadi simbol kekuatan sabar, doa, dan pemaafan dalam menghadapi ujian hidup nan berat. (I-2)

Selengkapnya