Sinopsis Serial Nabi Yusuf: Mukjizat Zulaikha kembali Melihat dan Menjadi Muda

1 jam yang lalu 4
 Mukjizat Zulaikha kembali Melihat dan Menjadi Muda Cuplikan serial TV Nabi Yusuf.(Youtube Aliel Alfy)

KISAH perjalanan spiritual dan cinta nan penuh kesabaran kembali terukir dalam sejarah Mesir kuno. Setelah tiga dasawarsa terpisah oleh takdir, fitnah, dan penderitaan, Nabi Yusuf (Yuzarsif) akhirnya dipertemukan kembali dengan Zulaikha dalam kondisi nan jauh berbeda dari masa lampau mereka di istana.

Berikut sinopsis serial televisi dari Iran berjudul Nabi Yusuf bagian 39. Semoga kita dapat mengambil hikmahnya.

Pengadilan Para Imam dan Runtuhnya Mitos Amon

Suasana di istana Firaun Akhenaten memanas saat Panglima Horenhop membawa para imam, termasuk Angmahu, untuk diadili di depan rakyat. Firaun mau membongkar rumor mengenai patung Amon nan diklaim bisa berbicara. Dalam pengakuannya nan mengejutkan, Angmahu mengakui bahwa bunyi "dewa tersebut hanyalah tipu muslihat.

"Faktanya saya nan bicara melalui tingkap di dekat patung Amon. Aku mengubah suaraku sedikit dan kemandang dalam kuil membikin bunyi terdengar megah," ungkap Angmahu di hadapan Yuzarsif. Kebohongan nan dipelihara selama bertahun-tahun itu akhirnya runtuh, mengungkap gimana para pemimpin memanfaatkan kegoblokan rakyat demi kepentingan kekuasaan mereka.

Penantian 30 Tahun Zulaikha nan Patah Hati

Di sisi lain, Asenath, istri Nabi Yusuf, membawa berita nan menggetarkan hati. Ia mengadukan nasib seorang wanita tua nan buta dan rentan kepada Firaun dan suaminya. Wanita itu tidak lain adalah Zulaikha yang selama 30 tahun hidup dalam pengembaraan, ejekan, dan kemiskinan demi mencari Yusuf.

Asenath menegur Yusuf dengan lembut, mempertanyakan gimana seorang laki-laki nan mengabdikan hidupnya untuk kesejahteraan orang lain bisa tidak mengetahui nasib wanita nan pernah membesarkannya dengan cinta. Zulaikha mengorbankan segalanya--kekayaan, kecantikan, dan masa mudanya--hingga sekarang dia hanya menjadi sosok nan tak dikenali lagi.

Wahyu Allah: Perintah Menikahi Zulaikha

Momen puncak terjadi ketika Nabi Yusuf menerima wahyu baru dari Allah SWT. Dalam wahyu tersebut, Allah menyatakan bahwa Zulaikha menderita cukup lama dan telah menebus dosa-dosanya hingga menjadi hamba nan beriman.

Wahyu Allah kepada Nabi Yusuf:

"Zulaikha telah menderita dan menebus dosa-dosanya. Kini dia menjadi hamba Allah nan beriman. Perlakukan dia dengan baik. Nikahilah dia dan ketahuilah bahwa doa-doamu untuknya bakal terkabul."

Meskipun Yusuf sempat terkejut lantaran kondisi Zulaikha nan sekarang sudah tua dan rapuh, dia menyatakan kepatuhannya nan absolut kepada kehendak Allah. "Apapun keadaan dia tidak ada bedanya. Aku tetap bakal alim pada kehendak Allah," tegas Yusuf.

Pertemuan nan Mengharukan

Saat Zulaikha memasuki aula, dia langsung mengenali aroma Nabi Yusuf meski matanya tak lagi melihat. Pertemuan itu dipenuhi isak tangis. Zulaikha mengungkapkan bahwa tidak ada lagi sosok Zulaikha nan lama yang tersisa. Yang ada hanyalah cinta nan dia rawat di dalam dadanya selama puluhan tahun.

Yusuf memohon maaf lantaran ketidaktahuannya atas penderitaan Zulaikha selama ini. Namun, Zulaikha dengan rendah hati menyatakan bahwa dia tidak lagi mempunyai keluhan. Baginya, bisa berada di samping orang nan dicintai dan menyembah Allah adalah puncak dari segala harapannya.

Kisah ini menjadi pengingat kuat tentang kekuatan taubat, kesucian cinta, dan gimana Allah mengangkat derajat hamba-Nya nan bersabar dalam penderitaan panjang.

Doa Nabi Yusuf dan Kembalinya Penglihatan Zulaikha

Di hadapan Nabi Yusuf, Zulaikha mengungkapkan satu-satunya keinginannya sebelum ajal menjemput: memandang wajah Yusuf sekali lagi. Namun, dia menyadari keterbatasannya lantaran matanya telah buta.

Mendengar permintaan tersebut, Nabi Yusuf meyakinkan Zulaikha bahwa jika cinta manusia tidak bisa menyembuhkan, Allah mempunyai kuasa atas segalanya. Nabi Yusuf kemudian memanjatkan doa, "Ya Allah, berikanlah sinar pada mata hamba-Mu nan memohon ini sebagaimana Engkau menerangkan hatinya dengan sinar iman. Terangkan juga matanya."

Seketika, mukjizat terjadi. Zulaikha terkesiap saat sinar mulai masuk ke matanya. "Yusuf, apakah itu kau? Mataku bisa melihatmu!" serunya dengan penuh tangis bahagia. Baginya, penglihatan itu adalah hidayah nan hanya mau dia gunakan untuk memandang Yusuf di sisa umurnya.

Transformasi Menjadi Muda: Penebusan Masa Lalu

Keajaiban tidak berakhir pada penglihatan. Di hadapan para saksi, termasuk para pemimpin kuil Amon nan ragu, Nabi Yusuf menunjukkan bahwa kekuasaan Allah melampaui logika manusia. Zulaikha nan sebelumnya merupakan wanita tua nan rapuh, secara berjenjang beralih bentuk kembali menjadi sosok nan muda dan cantik.

Nabi Yusuf menjelaskan bahwa Allah memberikan hidup baru kepada Zulaikha untuk menebus masa perpisahan nan lama. Hal ini sekaligus menjadi tamparan bagi para penyembah berhala nan selama ini meragukan kekuasaan Tuhan semesta alam. Salah satu tokoh, Kovo, akhirnya menyatakan diri menolak menyembah Amon dan memohon untuk diterima sebagai pengikut aliran Nabi Yusuf setelah menyaksikan mukjizat tersebut secara langsung.

Sujud Syukur dan Penyerahan Diri Zulaikha

Setelah menyadari dirinya kembali muda dan cantik, Zulaikha segera meminta cermin. Ia merasa sangat dicintai oleh Allah meskipun pernah menjadi hamba nan berdosa. Saat ditanya gimana dia kudu bersyukur, Nabi Yusuf menyarankan sujud syukur sebagai manifestasi terindah dari pengabdian.

Kutipan Zulaikha:
"Dulu saya juga punya mata nan bisa memandang serta wajah nan cantik. Namun saya tidak mengenal penciptanya. Aku berterima kasih pada Allah nan sudah mengampuni hamba-Nya nan berdosa, nan pernah betul-betul buta."

Menariknya, setelah mendapatkan kembali segalanya, Zulaikha justru memilih untuk menunda pertemuan lebih lanjut dengan Nabi Yusuf. Ia meminta waktu untuk menyendiri berbareng Tuhannya selama beberapa hari. Ia menyatakan tidak mau memikirkan apa pun selain Allah, sebagai corak pertobatan dan rasa syukur nan mendalam atas pembebasan nan telah dia terima. (I-2)

Selengkapnya