Sistem Kelistrikan Andal Jadi Acuan Standar Kendaraan Listrik

55 menit yang lalu 3
Sistem Kelistrikan Andal Jadi Acuan Standar Kendaraan Listrik Warga mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Banda Aceh, Aceh, Selasa (21/4/2026). Pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 11 Tahun 2026 resmi mengubah skema Pajak Kendaraan Bermotor(ANTARA/AKRAMUL MUSLIM)

PENERAPAN keandalan kelistrikan dan rekayasa keselamatan menjadi referensi standar dalam mengintegrasikan manufaktur komponen, jaringan pengisian daya, dan sistem pelayanan purnajual kendaraan listrik di Tanah Air.
Hal ini dikemukakan Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Joga Dharma Setiawan di Jakarta Senin (10/8). Dengan langkah ini, PT Len Industri tidak sekadar membangun infrastruktur, melainkan memelopori ekosistem mobilitas listrik nasional nan terstandardisasi, aman, dan siap menjawab kebutuhan mobilitas masa depan Indonesia.

"Tantangan utama modernisasi prasarana nasional adalah fragmentasi sistem. Sebagai system integrator, kami mengelola kompleksitas tersebut melalui disiplin rekayasa sistem nan ketat,” kata Joga.

Joga menambahkan pengalaman panjang PT Len Indutri membangun sistem zero-error di sektor pertahanan dan daya menjadi fondasi memodernisasi mobilitas nasional dan prasarana energi.

"Dari pengalaman puluhan tahun mengintegrasikan sistem teknologi pertahanan dan prasarana kritikal dengan toleransi kesalahan nol, kami membawa standar keselamatan dan keandalan tinggi untuk memastikan seluruh ekosistem teknologi mulai dari manajemen daya hingga konektivitas info beraksi akuntabel dan berkelanjutan," lanjut Joga.

PT Len Industri (Persero) adalah BUMN di bagian elektronik nan sekarang menjadi induk holding BUMN industri pertahanan DEFEND ID. Berdiri sejak 7 Oktober 1991, PT Len Industri menjadi perusahaan teknologi kelas bumi tepercaya dengan menjalankan prinsip dan menjunjung tinggi good corporate governance dalam aktivitas perusahaan.

Kompetensi PT Len Industri mengelola kompleksitas rekayasa sistem telah teruji melalui integrasi sistem command, control, communication, computer, dan intelligence di sektor pertahanan serta manajemen daya di proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala nasional. Joga menambahkan disiplin menjadi referensi standar menyatukan ekosistem kendaraan listrik nasional, memastikan prasarana pengisian daya, dan manajemen daya bekerja dengan keandalan nan sama ketatnya.

Produktivitas Industri

Dalam penilaian pengamat ekonomi Adhitya Wardhono, kebijakan paket stimulus baru untuk memperkuat ekosistem kendaraan bermotor listrik berbasis baterai perlu dibarengi dorongan peningkatan produktivitas industri nasional.

"Kebijakan ini menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi kuartal ini. Insentif menggerakkan penjualan kendaraan dan investasi ekosistem pendukungnya. Namun, lantaran bentuk, besaran, sasaran, dan sistem stimulus tetap dalam evaluasi, efektivitasnya belum bisa dipastikan," ujar ahli ekonomi Universitas Jember tersebut.

Manfaat stimulus, Adhitya mengatakan, lebih optimal andaikan diiringi kebijakan penguatan produktivitas industri dalam negeri. Misalnya mempercepat pengembangan industri komponen, baterai, infrastruktur pengisian daya hingga peningkatan kualitas SDM. Dengan begitu, peningkatan permintaan kendaraan listrik diikuti bertambahnya kapabilitas produksi dan pembuatan nilai tambah di dalam negeri.

"Pemerintah kudu mengaitkan setiap insentif dengan tahapan pendalaman industri. Mulai dari penggunaan pemasok lokal, produksi baterai dan komponen utama, hingga pengembangan teknologi. Tanpa persyaratan itu, peningkatan penjualan berisiko memperbesar impor komponen dan menjadikan Indonesia sebagai pasar perakitan," tutur Adhitya.

Saat ini industri kendaraan listrik nasional bertumpu pada pengolahan bahan tambang dan perakitan akhir. Sedangkan penguasaan sektor berbobot tambah tinggi seperti material baterai, perangkat elektronik, dan perangkat lunak tetap memerlukan penguatan. (H-2)

Selengkapnya