Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa

3 jam yang lalu 5
Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa Petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di wilayah gempa Flores.(PLN)

Sistem pembangkitan listrik di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali normal kurang dari 24 jam setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. PT PLN (Persero) memastikan kondisi pembangkit dan pasokan listrik telah pulih.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo meninjau langsung  Pusat Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko di Manggarai Barat, Kamis (20/8), untuk mengecek kondisi pembangkit dan kesiapan pasokan tenaga listrik bagi masyarakat. Dari hasil pemeriksaan, operasional pembangkit di Flores telah kembali normal. Dengan daya bisa sebesar 137 megawatt (MW) dan beban puncak sebesar 93 MW, kesiapan daya saat ini dikatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di Flores.

Rizal mengatakan, kurang dari 24 jam pascagempa, sistem pembangkit besar di Flores telah kembali pulih. Ini merupakan hasil kerja sigap seluruh personel PLN nan sejak terjadinya gempa melakukan pemeriksaan, pengamanan, hingga pemulihan terhadap pembangkit nan terdampak.

“Secara keseluruhan sistem pembangkitan di Flores sudah kembali normal. Ketersediaan daya juga cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Rizal dalam keterangan resmi, Jumat (21/8).

Tidak hanya pada sistem kelistrikan utama, PLN juga telah melakukan pemulihan pembangkit di sejumlah wilayah terpencil (isolated) nan terdampak gempa. Di antaranya pembangkit nan melayani masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, serta Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur, nan sekarang telah sukses diperbaiki.

Meski kondisi pembangkitan telah kembali normal, Rizal meminta seluruh jejeran PLN tetap meningkatkan kewaspadaan. Ia menginstruksikan dilakukan asesmen lanjutan secara menyeluruh untuk mengevaluasi kondisi aset pembangkitan setelah gempa.

“Walaupun pembangkit sudah kembali beraksi normal, asesmen kudu dilakukan kembali secara menyeluruh. Kita perlu memastikan setiap peralatan dan prasarana pembangkitan betul-betul dalam kondisi kondusif dan siap menghadapi potensi gangguan ke depan,” katanya.

Menurut Rizal, pertimbangan pascagempa juga perlu menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan ketahanan prasarana pembangkitan, khususnya di NTT nan mempunyai karakter geografis kepulauan serta kerawanan terhadap musibah alam.

Tidak hanya mengecek pembangkit, dalam kunjungan kali ini, PLN juga menyalurkan support berupa bahan pangan alias sembako bagi penduduk terdampak di Desa Tanjung Boleng, Manggarai Barat.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Rita Triani, mengatakan pihaknya melakukan pengecekan dan asesmen terhadap pembangkit, tidak hanya untuk memastikan operasional saat ini, tetapi juga sebagai bagian dari mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan ke depan. 

"Fokus kami adalah menjaga pembangkit tetap kondusif dan andal sehingga kebutuhan listrik masyarakat Flores dapat terus terpenuhi,” pungkasnya. (E-3)

Selengkapnya