ilustrasi(Pertamina Patra Niaga)
Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah skema pengedaran pengganti untuk menjaga kesiapan daya di wilayah terdampak bencana, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan daya kepada masyarakat tetap melangkah meski sejumlah akomodasi dan jalur pengedaran mengalami gangguan.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan perusahaan melakukan konsolidasi internal sejak terjadi musibah di NTT dengan memprioritaskan keberlangsungan pelayanan daya sekaligus penanganan akomodasi nan terdampak. Menurut Ega, tahapan penanganan dimulai dari memastikan jasa kepada masyarakat, mengidentifikasi akomodasi daya nan terdampak, hingga menyiapkan jalur pengedaran pengganti dari luar Pulau Flores.
"Sebagian besar sudah bisa kembali memberikan jasa kepada masyarakat. Meskipun kami akui ada beberapa akomodasi nan terdampak, oleh lantaran itu kami sekarang menyiapkan pengganti dari luar Pulau Flores," ujar Ega.
Salah satu opsi nan disiapkan adalah pemanfaatan jalur laut untuk menyalurkan daya ke wilayah nan mengalami hambatan distribusi. Penggunaan beragam moda transportasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pasokan di tengah kondisi geografis dan prasarana nan terdampak bencana.
Selain menjaga operasional, Pertamina Patra Niaga mengonsolidasikan support sosial bagi masyarakat terdampak melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Salah satunya melalui penjualan sembako murah nan hasilnya bakal digunakan untuk membantu masyarakat NTT. Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah, rumah sakit, serta sejumlah lembaga mengenai untuk memastikan penanganan akibat musibah berjalan secara terpadu.
Ega mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga distribusi energi nasional. Menurut dia, tugas tersebut sejalan dengan semangat kemandirian dan ketahanan daya nan terus didorong pemerintah.
"Karena dari sisi Pertamina mempunyai tugas untuk mendistribusikan daya dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah sendiri terus mendorong kemandirian energi, ketahanan energi, dan tentunya swasembada energi," kata Ega.
Ia menilai kesiapan daya kudu dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, termasuk mereka nan tinggal di wilayah terpencil. Energi, menurutnya, merupakan kebutuhan dasar nan berkedudukan dalam menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
"Ini juga kudu bisa menjangkau masyarakat sampai ke bawah agar masyarakat bisa menikmati jasa daya dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan," ujarnya.
Tantangan geografis Indonesia nan terdiri atas ribuan pulau membikin pengedaran daya memerlukan beragam jalur transportasi. Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pengedaran melalui jalur darat, laut, maupun udara untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Ega, strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan kebutuhan daya masyarakat terpenuhi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi di daerah.
Pemerataan akses daya dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke desa dan wilayah terpencil lantaran keberadaan daya menjadi salah satu penunjang aktivitas masyarakat dan usaha. Pertamina Patra Niaga juga mendukung sejumlah program pemerintah untuk memperluas akses dan keterjangkauan energi, termasuk bagi masyarakat nelayan dan wilayah nan memerlukan support distribusi.
Dorong Penggunaan Energi Lebih Berkelanjutan
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga mendorong pengembangan daya nan lebih berkepanjangan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian daya nasional. Ega mengatakan Indonesia mempunyai beragam sumber daya domestik nan dapat dikembangkan sebagai bahan baku daya alternatif. Salah satunya adalah sawit nan dapat diolah menjadi bahan bakar untuk mendukung pengurangan ketergantungan terhadap sumber daya dari luar negeri.
Menurut dia, pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak. Selain mengembangkan sumber daya alternatif, perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas produk bahan bakar agar menghasilkan emisi nan lebih rendah.
"Kualitas produk nan dihasilkan tentunya mempunyai kualitas nan lebih baik dan emisi juga nan lebih rendah, sehingga ini turut memberikan kontribusi perbaikan," kata Ega.
Upaya menjaga ketahanan pasokan, memperluas pengedaran ke wilayah 3T, serta mendorong penggunaan daya nan lebih rendah emisi menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat pemerataan dan ketahanan daya nasional. (E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·