Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Muda, Sejumlah Pemain Dilirik Klub Liga 2 dan Liga 3

1 jam yang lalu 2
Soekarno Cup Buka Jalan Talenta Muda, Sejumlah Pemain Dilirik Klub Liga 2 dan Liga 3 Pemain berkompetensi di kejuaraan usia muda Soekarno Cup 2026(Tim media Soekarno Cup)

TURNAMEN pembinaan sepak bola usia muda Soekarno Cup mulai menunjukkan perannya sebagai panggung bagi talenta-talenta muda sepak bola Indonesia. Sejumlah pemain nan tampil dalam kejuaraan nan diinisiasi Prananda Prabowo tersebut sekarang mulai memikat perhatian para pencari talenta dari klub-klub peserta Liga 2 dan Liga 3.

Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun, mengatakan, kejuaraan nan terbuka dan mempunyai jangkauan luas dapat menjadi wadah untuk mempertemukan talenta-talenta tersebut dengan pelatih, pencari bakat, maupun klub nan memerlukan pemain muda potensial.

”Soekarno Cup diharapkan menjadi bagian dari proses penemuan dan pengembangan pemain. Dengan semakin banyak pemain nan mendapatkan kesempatan tampil dan kemudian dipantau klub profesional, kejuaraan ini dapat mempunyai akibat jangka panjang terhadap regenerasi sepak bola Indonesia,” ujar Komarudin, Sabtu (22/8).

Juru Bicara Soekarno Cup sekaligus legenda Timnas Indonesia, Anang Ma'ruf, mengatakan, diliriknya sejumlah talenta muda Soekarno Cup oleh klub professional menjadi sinyal positif bahwa kejuaraan nan melibatkan pemain-pemain muda dari beragam wilayah bisa membuka jalur baru menuju sepak bola profesional.

”Sejumlah pembimbing dari klub Liga 3 dan Liga 2 rupanya ikut memantau jalannya Soekarno Cup. Ada nan lewat live streaming di Youtube, ada pula nan datang langsung ke stadion. Mereka tertarik ke beberapa pemain, dan telah meminta info pemain tersebut,” ujar Anang.

Menurut Anang, munculnya kesukaan klub terhadap sejumlah pemain Soekarno Cup merupakan bukti bahwa kualitas pemain muda tidak hanya berada di pusat-pusat pembinaan sepak bola alias akademi nan sudah mapan. Banyak talenta potensial justru tumbuh dari lingkungan sepak bola akar rumput di beragam pelosok daerah.

"Ini tentu menjadi progres nan sangat positif. Artinya, mereka nan bermain di Soekarno Cup punya kualitas dan potensi untuk melangkah ke level nan lebih tinggi," ujar Anang Ma'ruf.

Ia menilai keberadaan turnamen seperti Soekarno Cup krusial untuk memperluas pintu masuk pemain muda ke dalam ekosistem sepak bola profesional. Sebab, tidak semua pemain mempunyai kesempatan mengikuti jalur pembinaan formal, baik melalui akademi klub maupun kejuaraan nan berada dalam sistem federasi.

"Talenta itu ada di mana-mana. Dari kampung-kampung, dari wilayah nan mungkin selama ini belum banyak terpantau. Persoalannya adalah gimana mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan," kata mantan bek kanan handal Timnas Indonesia itu.

Anang menambahkan bahwa parameter keberhasilan turnamen tidak semata-mata diukur dari hasil pertandingan. Lebih krusial lagi, menurut dia, adalah seberapa banyak pemain nan mendapatkan jalan untuk melanjutkan pekerjaan setelah kejuaraan berakhir.

"Kalau setelah turnamen ada pemain nan kemudian masuk klub, mendapatkan kontrak, alias mendapatkan kesempatan mengikuti seleksi, itu bagi kami adalah keberhasilan. Karena tujuan akhirnya adalah membuka jalan bagi anak-anak muda ini," ujarnya.

Fenomena tersebut sekaligus memperlihatkan besarnya potensi sepak bola akar rumput Indonesia. Dengan jumlah wilayah dan organisasi sepak bola nan sangat luas, tetap terdapat banyak pemain muda nan belum tersentuh sistem pencarian talenta secara optimal.

”Kehadiran Soekarno Cup menjadi salah satu upaya untuk mengisi ruang tersebut. Turnamen ini memberikan kesempatan kepada pemain dari beragam latar belakang untuk tampil dalam kejuaraan nan lebih terstruktur sekaligus memperbesar kesempatan mereka dilihat oleh pihak-pihak nan berkepentingan dengan pengembangan pemain,” ujarnya.

Soekarno Cup 2026 diikuti oleh 16 provinsi dengan total 400 talenta muda terlibat di dalamnya. Turnamen ini telah digelar rutin sejak 2023 di Jakarta, bersambung pada 2025 di Bali, dan 2026 di Surabaya, Gresik, dan Bangkalan (Jawa Timur).

(P-4)

Selengkapnya