Pelatih Yordania U-16 Luna Rami Amin Almasri.(MI/Nadif)
TIM nasional putri Yordania U-16 mengakui ketangguhan Timnas Putri Indonesia, Garuda Pertiwi usai takluk 0-3 pada babak semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Kekalahan tersebut tidak lepas dari kartu merah nan diterima Yordania, sehingga membikin mereka kudu bermain dengan 10 pemain.
Pelatih Yordania, Luna Rami Amin Almasri, menyebut anak asuhnya sebenarnya tampil apik di babak pertama, baik dalam melancarkan serangan maupun saat bertahan. Namun, situasi di lapangan berubah total setelah timnya kehilangan satu pemain.
"Ini pertandingan nan sulit. Tim kami bermain bagus, terutama pada babak pertama. Namun, kami kesulitan setelah kartu merah," kata Luna pasca pertandingan.
Meski kudu menelan kekalahan, Luna memberikan apresiasi tinggi terhadap mental bertanding para pemainnya nan terus berjuang hingga peluit panjang dibunyikan.
"Saya sangat bangga lantaran setelah kartu merah, sepuluh pemain terasa seperti dua puluh pemain di lapangan," lanjutnya.
Gagal menembus laga puncak, Yordania sekarang langsung mengalihkan perhatian ke laga perebutan tempat ketiga nan bakal dilangsungkan pada Minggu (23/8).
"Sejak awal tujuan utama kami adalah mencapai sejauh mungkin. Sekarang, nan terjauh adalah tempat ketiga," tutur Luna.
Sementara itu, kemenangan 3-0 ini memastikan langkah Garuda Pertiwi melenggang ke partai final.
Indonesia dijadwalkan berjumpa Tailan pada Minggu (23/8) pukul 20.00 WIB, setelah Tailan mengamankan tiket final lewat kemenangan 5-1 atas Malaysia.
(P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·