Stasiun Perlanaan Topang Mobilitas dan Roda Ekonomi Masyarakat

59 menit yang lalu 3
Stasiun Perlanaan Topang Mobilitas dan Roda Ekonomi Masyarakat Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat sebanyak 55.077 pengguna menggunakan jasa kereta api di Stasiun Perlanaan, Simalungun pada Semester I 2026 alias tumbuh 9 persen, berbarengan dengan makin kuatnya peran stasiun tersebut sebagai simpul strategis pikulan logistik di Sumatera Utara.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan Stasiun Perlanaan mempunyai peran nan sangat strategis lantaran tidak hanya melayani mobilitas masyarakat melalui dua relasi utama, tetapi juga menjadi simpul krusial pengatur mobilitas pikulan peralatan di wilayah Divre I Sumut.

"Stasiun Perlanaan berada di posisi vital nan menghubungkan pikulan penumpang dan logistik industri. Melalui KA Putri Deli dan KA Sribilah Utama, masyarakat mendapat kemudahan mobilitas, sementara di sisi pikulan barang, stasiun ini menjadi simpul penggerak pengedaran komoditas utama daerah," kata Anwar dalam keterangan nan diterima, Minggu (2/8). 

Stasiun nan berlokasi di Desa Perlanaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun ini terhubung langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei. Dari stasiun simpul ini, KA Petikemas mengangkut komoditas industri dari KEK Sei Mangkei menuju dua pelabuhan utama di Sumatera Utara, ialah Pelabuhan Belawan dan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Selain petikemas, Stasiun Perlanaan memegang posisi krusial dalam rantai pasok minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO). Stasiun ini terhubung dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Gunung Bayu sebagai letak muat CPO sebelum diangkut menuju pelabuhan. Sebaliknya, stasiun ini juga melayani pengangkutan CPO dari PKS lain menuju KEK Sei Mangkei sebagai bahan baku produksi bagi para tenant di area tersebut.

"Melalui jasa komoditas petikemas dan CPO ini, Stasiun Perlanaan secara nyata menghubungkan potensi industri wilayah di Simalungun langsung ke pasar dunia dan pelabuhan internasional," jelasnya. 

Di sektor pikulan penumpang, tren pertumbuhan terus menunjukkan keahlian positif pada Semester I dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024 stasiun ini melayani 42.665 pelanggan, tumbuh 19 persen pada 2025 dengan 50.645 pelanggan, dan pada Semester I 2026 kembali tumbuh 9 persen dengan melayani 55.077 pelanggan.

"Layanan pikulan penumpang di stasiun ini memberikan kemudahan mobilitas bagi masyarakat sekitar dan pekerja KEK Sei Mangkei, baik untuk urusan pekerjaan maupun pribadi, dengan konektivitas nan lebih mudah menuju Kota Medan dan Bandara Internasional Kualanamu, sehingga turut mendukung aktivitas ekonomi kawasan," lanjutnya. 

Kehadiran dua jasa utama, ialah KA Putri Deli (relasi Medan–Tanjungbalai PP) dan KA Sribilah Utama (relasi Medan–Rantauprapat PP), memberikan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat Simalungun bagian timur untuk menjangkau pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

"KAI Divre I Sumut bakal terus meningkatkan pelayanan di Stasiun Perlanaan agar perannya sebagai simpul mobilitas masyarakat dan pusat pengedaran logistik semakin optimal. Melalui jasa nan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu, kami berambisi stasiun ini dapat terus mendukung konektivitas masyarakat, memperkuat daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara,"  pungkasnya. (H-2)

Selengkapnya