Ilustrasi(MI/APUL ISKANDAR)
STASIUN Rampah nan berada di pusat pemerintahan Kabupaten Serdang Bedagai membuktikan perannya sebagai saksi sejarah perjalanan perkeretaapian di Sumatera Utara sejak dioperasikan pertama kali pada tahun 1903. Sempat menghentikan pelayanan penumpang saat pandemi COVID-19, stasiun berhistoris ini sekarang bangkit dan bertumbuh menjadi simpul utama pergerakan masyarakat setempat.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo mengatakan pergerakan pengguna di Stasiun Rampah menunjukkan tren kenaikan nan positif secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.
"Sepanjang periode Januari hingga Juli dalam tiga tahun terakhir (2024–2026), volume masyarakat nan memanfaatkan jasa di Stasiun Rampah terus meningkat. Pada Januari hingga Juli 2024 tercatat melayani sebanyak 16.668 pelanggan, lampau melonjak 68 persen menjadi 28.041 pengguna pada periode nan sama tahun 2025, dan kembali tumbuh 24 persen mencapai 34.632 pengguna pada Januari hingga Juli 2026," kata Anwar, Minggu (23/8).
Anwar menjelaskan, pertumbuhan tersebut menjadi parameter bahwa kereta api semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai moda transportasi massal nan aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu untuk mendukung mobilitas harian.
”Saat ini Stasiun Rampah tidak hanya melayani naik-turun penumpang untuk KA Putri Deli dan KA Siantar Ekspres, tetapi juga melayani operasional KA Sribilah Fakultatif (relasi Medan–Rantauprapat PP) saat kereta api tersebut dioperasikan,” imbuhnya.
Stasiun Rampah mulai dioperasikan sejak tahun 1903 seiring ekspansi jaringan rel oleh perusahaan kereta api swasta era Hindia Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM). Pada masa kolonial awal abad ke-20 tersebut, keberadaan jalur kereta api di area Sei Rampah ini difungsikan untuk mendukung pengedaran hasil perkebunan menuju Pelabuhan Belawan.
Seiring perkembangan wilayah dan penataan daerah, kegunaan Stasiun Rampah beralih bentuk dari jalur pengedaran komoditas perkebunan menjadi pilar mobilitas publik serta penyokong aksesibilitas pariwisata dan potensi ekonomi wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai.
"Sejak awal dioperasikan pada 1903, kereta api mempunyai keterikatan nan erat dengan pertumbuhan wilayah di Sumatera Utara. Jika dulu jalur ini banyak mendukung pengedaran hasil perkebunan, saat ini perannya berkembang menjadi sarana mobilitas utama masyarakat," ungkap Anwar.
Atas kepercayaan publik nan terus meningkat, KAI Divre I Sumatera Utara berkomitmen untuk secara berkepanjangan memperkuat kualitas pelayanan di Stasiun Rampah agar selaras dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa.
"Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi utama bagi KAI untuk terus berinovasi dan meningkatkan standar pelayanan berbasis pada pengalaman langsung pelanggan. Kami memastikan Stasiun Rampah tidak hanya datang sebagai tempat naik-turun penumpang, tetapi juga menjadi simpul perjalanan nan memberikan pengalaman menyenangkan serta mendukung tumbuh kembang potensi wisata, budaya, dan perekonomian Kabupaten Serdang Bedagai," kata Anwar. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·