Strategi untuk Kurangi Kepadatan di Tanjung Priok

2 jam yang lalu 3
Strategi untuk Kurangi Kepadatan di Tanjung Priok Heru Susanto.(MI)

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan efisiensi logistik nasional melalui optimasi penerapan JICT Dual Move. Skema operasional ini dirancang untuk memungkinkan kendaraan pengangkut melakukan pengantaran petikemas ekspor sekaligus pengambilan petikemas impor dalam satu rangkaian kunjungan terminal.

Langkah strategis ini bermaksud meningkatkan produktivitas pergerakan kendaraan di dalam terminal. Ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lampau lintas di area sekitar Pelabuhan Tanjung Priok.

Direktur Operasi dan Teknik JICT, Doni Budiono, menjelaskan bahwa Dual Move merupakan bagian integral dari upaya perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai logistik nan lebih luas. Menurutnya, efisiensi di level terminal kudu memberikan akibat nyata bagi para pengguna jasa.

"Melalui Dual Move, kami membuka kesempatan agar satu kunjungan kendaraan dapat menghasilkan dua pergerakan produktif. Efisiensi terminal bakal memberikan nilai lebih besar ketika dapat diterjemahkan menjadi produktivitas bagi pengguna jasa," ujar Doni dalam aktivitas sosialisasi nan dihadiri regulator dan asosiasi mengenai di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (12/8/2026).

Doni menambahkan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari volume transaksi, tetapi juga dari keandalan proses (reliability), tingkat mengambil oleh pengguna jasa, waktu putar truk (truck turn time), hingga efektivitas di lapangan. JICT berkomitmen untuk terus melakukan monitoring dan pertimbangan berbareng pelanggan, freight forwarder, dan perusahaan trucking.

Dukungan terhadap penemuan ini juga datang dari regulator. Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Capt. Heru Susanto, menekankan bahwa modernisasi tata kelola pelabuhan sangat krusial untuk memperlancar arus pengedaran peralatan dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia.

"Inisiatif Dual Move menawarkan pendekatan integrasi aktivitas ekspor dan impor dalam satu kunjungan kendaraan. Keberhasilan implementasinya tentu sangat berjuntai pada kerjasama seluruh pihak agar tetap berada dalam satu ritme kerja nan solid dan disiplin," kata Heru. (Ant/I-2)

Selengkapnya