Presiden FIFA Gianni Infantino.(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
BERBAGAI golongan suporter sepak bola meluncurkan petisi daring nan menuntut Infantino untuk segera mundur dari jabatannya, serta mendesak adanya reformasi total di tubuh organisasi induk sepak bola bumi tersebut.
Langkah para suporter ini muncul menyusul gelombang kritik tajam setelah Infantino terpaksa membatalkan rencana kontroversialnya untuk mencari investasi swasta dalam pengelolaan turnamen FIFA, termasuk arena Piala Dunia laki-laki dan wanita.
Sebelumnya, tiga konfederasi melayangkan surat terbuka nan menuding Infantino melakukan "penipuan" mengenai langkah rencana tersebut dirancang dan dipaparkan. UEFA apalagi sempat menakut-nakuti bakal memboikot ajang-ajang resmi FIFA lantaran telah kehilangan kepercayaan sepenuhnya terhadap kepemimpinan laki-laki asal Swiss itu.
Meski Infantino tetap mengantongi support dari sejumlah pihak, terutama dari wilayah Afrika dan Amerika Selatan, kemarahan para suporter sekarang tumpah melalui petisi nan diinisiasi di platform Change.org.
"Upaya memalukan oleh seorang individu. ialah Presiden FIFA sendiri untuk menjual Piala Dunia kepada penanammodal swasta telah mengungkap pengkhianatan nan tidak bakal pernah dilupakan oleh bumi sepak bola," bunyi pernyataan resmi dari aliansi golongan suporter.
"Rencana Infantino dirancang secara diam-diam di kembali pintu tertutup, serta disembunyikan dari para personil FIFA sendiri dan jutaan orang nan gairahnya menghidupkan sepak bola.”
Petisi ini didukung oleh beragam golongan suporter nasional dan kontinental dari keenam konfederasi di bawah naungan FIFA. Mereka menilai bahwa seorang presiden nan berulang kali mencederai kepercayaan publik dan mempermainkan jalannya olahraga ini telah kehilangan legitimasi moral untuk memimpin.
Tuntut Reformasi
Selain mendesak mundurnya Infantino, para suporter juga menuntut perombakan menyeluruh pada sistem tata kelola FIFA. Mereka menginginkan keterlibatan umum dari para suporter serta pemangku kepentingan utama lainnya dalam setiap pengambilan keputusan strategis nan menentukan masa depan sepak bola.
Ronan Evain, Direktur Eksekutif Football Supporters Europe (FSE) nan turut menandatangani petisi tersebut, menegaskan bahwa kepergian Infantino hanyalah langkah awal dari proses pembenahan nan jauh lebih besar.
"Kepergian Gianni Infantino adalah sebuah keharusan, namun itu hanya bakal berakibat positif jika diikuti oleh reformasi total pada sistem dan tata kelola instansi FIFA," ujar Evain.
Ia menilai bahwa pemusatan kekuasaan nan terlalu besar pada satu tangan membikin sistem kepemimpinan FIFA saat ini sudah tidak relevan lagi.
"FIFA kudu memulai semuanya dari awal. Seluruh reformasi nan dibuat sejak 2016 telah dihapus alias diabaikan oleh Infantino. Kita perlu berpikir terbuka mengenai masa depan tata kelola sepak bola, apalagi melirik model-model di luar olahraga seperti pendapat rotasi kepresidenan nan tampak cukup menarik," pungkasnya.
Hingga buletin ini diturunkan, pihak FIFA belum memberikan tanggapan resmi mengenai petisi dunia nan diluncurkan oleh para suporter tersebut.
(Theguardian/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·