Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) menunjukkan 76,1% penduduk NU mau organisasi kembali ke khittah.(Dok. MI)
MAYORITAS penduduk Nahdlatul Ulama (NU) menginginkan organisasi tersebut kembali memusatkan perhatian pada urusan kepercayaan dan umat daripada terlibat dalam politik praktis. Temuan ini terungkap dalam survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) nan dirilis pada Agustus 2026.
Direktur PPI Adi Prayitno mengungkapkan bahwa sebanyak 76,1% responden setuju jika NU konsentrasi mengurus persoalan kepercayaan dan umat. Angka tersebut terdiri dari 19,8% nan menyatakan sangat setuju dan 56,3% menyatakan setuju.
"Kalau kita mau tafsirkan sebenarnya, penduduk NU menyarankan agar NU kudu kembali ke khittah nan hanya konsentrasi mengurus agama, sosial, dan kemasyarakatan. Totalnya besar sekali, 76,1%," ujar Adi dalam keterangannya.
Survei nan dilakukan secara tatap muka terhadap 1.200 responden di 38 provinsi pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 ini juga memotret sikap kritis penduduk terhadap politik elektoral. Sebanyak 65,8% penduduk NU setuju jika organisasi menjauhkan diri dari politik praktis, sementara 29% menyatakan tidak setuju.
Selain urusan politik, penduduk NU juga menyoroti keterlibatan organisasi dalam sektor ekonomi sensitif. Sebanyak 54,4% responden menyatakan tidak setuju jika NU diberi izin untuk mengelola alias mengurus pertambangan. Hanya 24% responden nan mendukung langkah organisasi masuk ke sektor tambang.
Terkait preferensi politik, meski PKB menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di kalangan penduduk NU (27,7%), bunyi penduduk nahdliyin nyatanya tersebar ke beragam partai lain. Gerindra mengantongi 17,6%, disusul PDI Perjuangan 11,2%, PKS 6,3%, Golkar 6,1%, dan Demokrat 5,1%.
"Data ini menunjukkan penduduk NU tidak otomatis terkonsentrasi pada satu partai. Pilihan politik mereka sangat cair dan tersebar ke beragam kekuatan politik nan ada," tambah Adi.
Secara demografis, survei PPI mencatat kebanyakan penduduk NU berada di Pulau Jawa (69,3%) dengan kekuasaan golongan usia Gen X (34,2%) dan Milenial (31,8%). Dari sisi profesi, penduduk NU didominasi oleh wiraswasta/pedagang (29,8%) dan ibu rumah tangga (27,4%). (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·