PM Israel Benjamin Netanyahu(AFP)
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan kepada utusan Amerika Serikat Jared Kushner Israel tidak bakal menarik pasukannya dari Gaza maupun mengizinkan proses rekonstruksi dimulai sebelum pelucutan senjata Hamas dilakukan secara menyeluruh.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan dalam pertemuan intensif selama lebih dari empat jam di Yerusalem nan turut dihadiri oleh jejeran Board of Peace, termasuk Direktur Nickolay Mladenov dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menyepakati penunjukan seorang jenderal AS untuk mengawasi langsung proses pembongkaran persenjataan Hamas sebagai langkah awal demiliterisasi di wilayah tersebut.
"Telah disepakati bahwa tidak bakal ada penataan ulang posisi IDF dari Gaza sampai Hamas dilucuti senjatanya secara penuh dan seluruh Gaza didemiliterisasi - setiap senjata, ringan maupun berat, dan setiap terowongan," ungkap seorang pejabat dari Board of Peace.
Pejabat tersebut menambahkan Board of Peace dan Netanyahu telah menyepakati langkah ke depan. "Pihak Israel bakal memberikan kesempatan ini," ujarnya. "Sekarang terserah Hamas untuk menunjukkan apakah mereka betul-betul beriktikad untuk mematuhinya."
Pihak Board of Peace juga mengabarkan kepada Netanyahu bahwa Hamas telah menyatakan kesediaannya untuk melucuti senjata dan menghentikan aktivitas militernya. Sebagai imbalannya, Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel bakal "menghormati komitmen-komitmennya nan tersisa."
Namun, tuntutan pelucutan senjata sepihak ini menghadapi ganjalan serius. Hamas secara konsisten menolak melucuti senjata tanpa adanya penghentian serangan harian Israel serta penarikan pasukan nan saat ini menduduki lebih dari separuh wilayah Gaza.
Di sisi lain, seorang sumber terpisah menyebut bahwa Netanyahu menegaskan Israel tidak bakal mengubah kebijakannya mengenai pembunuhan terarah terhadap para komandan Hamas. Netanyahu juga menilai kemajuan rencana gencatan senjata 15 poin usulan pemerintahan Trump, nan sebelumnya ditolak Israel, bakal menjadi "problematis" mengingat adanya agenda pemilihan umum nan mendatang di Israel.
Meskipun kesepakatan pembentukan tim kerja untuk rumor pembongkaran senjata dan akomodasi publik telah dibentuk, konsentrasi tekanan terhadap Hamas ini berseberangan dengan sikap sejumlah negara Arab dan Muslim. Negara-negara mediator seperti Qatar dan Mesir menyalahkan penolakan Netanyahu atas mandeknya proses perdamaian dan menyatakan, "Israel sekarang menanggung tanggung jawab atas penghambatan upaya untuk membawa perdamaian di Gaza." (CNN/Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·