Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memimpin rakor penanggulangan kekeringan(Dok Istimewa)
BUPATI Sumedang Donny Ahmad Munir menggelar rapat koordinasi untuk menanggulangi kekeringan. Seluruh camat ditunjuk menjadi koordinator penanganan di wilayah masing-masing.
Mereka diminta memperbarui info desa rawan, memantau kondisi harian, mempercepat pelaporan, serta memastikan pelayanan publik tetap melangkah selama musim kemarau.
Rakor melibatkan TNI, Polri, BPBD, perangkat daerah, Perumda Air Minum, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, PMI, BAZNas, perguruan tinggi, bumi usaha, pemerintah desa hingga masyarakat.
"Penanganan tandus tidak bisa dilakukan sendiri. Semua pihak kudu bergerak berbareng agar dampaknya dapat diminimalkan. Deteksi awal dan pemetaan wilayah rawan kekeringan, kebakaran rimba dan lahan, kandas panen, krisis air bersih, serta kerusakan jalan kudu menjadi dasar penetapan prioritas penanganan," ungkap Bupati.
Untuk menjaga ketahanan pangan, Pemkab mengoptimalkan perbaikan irigasi, pengoperasian pompa air, pemanfaatan embung dan waduk, serta menyesuaikan pola tanam.
“Pantau potensi kandas panen juga bakal diperkuat disertai penyediaan persediaan pangan dan support darurat bagi masyarakat terdampak,"ujarnya.
Untuk menjamin kesiapan air bersih, pemerintah bakal mempercepat pengedaran air melalui koordinasi BPBD, Perumda Air Minum, BBWS, PMI, serta mengoptimalkan jasa darurat 112. BPBD sebagai koordinator penanganan kekeringan nan bekerja mengoordinasikan seluruh pemangku kepentingan dan memetakan seluruh sumber air nan dapat dimanfaatkan.
Bupati juga menginstruksikan percepatan normalisasi sungai, drainase, saluran irigasi, serta penertiban gedung liar di atas saluran air sebagai langkah antisipasi banjir saat musim penghujan.
Bupati meminta seluruh perangkat wilayah memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai penghematan air, pencegahan kebakaran, kesiapsiagaan bencana. (H-2)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·