Jakarta, CNBC Indonesia - Jembatan penyeberangan orang (JPO) di depan kompleks MPR/DPR/DPD RI di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, menjadi sorotan lantaran tidak dilengkapi tangga untuk akses pejalan kaki. Kondisi tersebut membikin struktur JPO nan berada di depan gedung wakil rakyat itu tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Persoalan JPO tersebut juga memunculkan perbedaan info mengenai siapa nan bertanggung jawab atas akomodasi tersebut. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya menyebut penanganannya telah masuk ke ranah Kementerian Pekerjaan Umum.
Menteri Pekerjaan Umum Dudy Purwagandhi mengatakan pihaknya bakal mengecek kembali status aset dan pengelolaan JPO tersebut. Menurutnya, akomodasi itu belum tentu sudah diserahterimakan kepada Kementerian PU.
"Nanti kita diskusikan. Itu dulu kan jika nggak salah punyanya DKI ya?" kata Dudy saat ditemui wartawan, Kamis (20/8/26).
JPO tersebut sebelumnya dibangun untuk membantu masyarakat menyeberangi Jalan Gatot Subroto nan mempunyai arus kendaraan padat. Namun, keberadaan akses tangga menjadi persoalan lantaran struktur nan tersedia saat ini belum dapat digunakan secara normal oleh pejalan kaki.
Dudy mengatakan pemerintah perlu memastikan terlebih dulu status pengelolaan akomodasi tersebut sebelum menentukan langkah perbaikan. Koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menjadi bagian dari pembahasan tersebut.
"Enggak, setahu saya belum kita serahterimakan. Setahu saya. Setahu saya sih gitu, tapi kelak saya cek lagi ya," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI menjelaskan bahwa JPO tersebut dinilai tidak lagi berada pada titik utama pergerakan penumpang. Jaraknya dengan halte dan titik pemberhentian transportasi umum juga disebut membikin pemanfaatannya oleh masyarakat rendah.
(hsy/hsy)
[Gambas:Video CNBC]

9 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·