Tanggulangi Kekeringan, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Anggaran Bencana Rp1,9 Miliar

8 jam yang lalu 4
Tanggulangi Kekeringan, Pemkot Tasikmalaya Siapkan Anggaran Bencana Rp1,9 Miliar BPBD Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa nan mengalami krisis air bersih.(MI/KRISTIADI)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya telah memasok air bersih bagi 8.801 Kepala Keluarga (KK) alias 29.156 jiwa penduduk nan terdampak krisis air bersih di 24 Kelurahan nan tersebar di 8 Kecamatan.

Krisis air bersih makin meluas dipicu perubahan suasana dan belum ada program penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsimas).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) nan juga  Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulloh mengatakan, untuk menghadapi musibah El Nino, pihaknya telah menganggarkan biaya sebesar Rp 1,9 miliar.

"Kemarau panjang tidak hanya menyebabkan krisis air bersih, tapi juga menimbulkan lahan pertanian kandas tanam, puso hingga susah mengolah lahan. Kawasan terdampak cukup besar terjadi di Kecamatan Tamansari, Purbaratu, dan Kawalu," ujarnya, Kamis (20/8).

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova mengatakan, krisis air bersih semakin meluas. nan terparah terjadi di 24 Kelurahan nan tersebar di 8 Kecamatan. Pihaknya telah memasok air untuk 8.801 KK alias 29.156 jiwa.

"Petugas BPBD telah memasok air bersih ke beragam pelosok. Kegiatan ini diperkirakan bakal terus berjalan hingga September 2026," tambahnya.

BPBD berbareng pihak terkait, lanjutnya, telah memasok air sebanyak 490.000 liter. Pendistribusian air bakal terus dilakukan agar meringankan beban warga.

"Kondisi krisis air bersih semakin parah. Daerah terdampak berada di Kecamatan Mangkubumi, Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tamansari, Cibeureum, Indihiang dan Bungursari. Sementara di lahan pertanian sudah ada 1.850 hektare kandas tanam, puso dan susah mengolah lahan," pungkasnya.

Selengkapnya