loading...
Halaqah Pesantren Ramah Anak diselenggarakan berbareng Forum Komunikasi Pesantren Malang Raya (FKPMR) di Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026). Foto/Ist
MALANG - Penguatan sistem perlindungan santri sangat krusial dan strategis untuk mengokohkan eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan nan aman, humanis, dan tetap menjadi tembok pembentukan adab bangsa. Hal itu disampaikan Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid alias Cak Udin
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak berbareng ratusan pengasuh pondok pesantren nan diselenggarakan berbareng Forum Komunikasi Pesantren Malang Raya (FKPMR) di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, Minggu (2/8/2026).
Baca juga: Soal Isu Unjuk Rasa, Komdigi: Penyebaran Informasi Tak Sesuai Fakta Bisa Ganggu Ketertiban
Dia menegaskan, penguatan Pesantren Ramah Anak bukan sekadar respons terhadap munculnya sejumlah kasus kekerasan oleh oknum. Melainkan bagian dari transformasi kelembagaan agar pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman, akhlakul karimah, dan tradisi kepesantrenan nan telah mengakar.
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk menyusun dan memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) Pesantren Ramah Anak sebagai pedoman pencegahan, penemuan dini, hingga penanganan kasus bullying maupun kekerasan seksual di lingkungan pesantren.
Cak Udin mengatakan halaqah tersebut merupakan tindak lanjut dari Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) nan digagas Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Menag Sebut Pesantren Sekolah Paling Aman Dunia dan Akhirat
"Program Halaqah Pesantren Ramah Anak ini merupakan kerja sama kami dengan pesantren di seluruh Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, Jawa Barat, dan Palembang. Kini Malang menjadi tuan rumah," ujar Cak Udin.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·