Tentara Israel Usir Warga Palestina di Qusra Usai Pengepungan Pemukim Yahudi

1 jam yang lalu 4
Tentara Israel Usir Warga Palestina di Qusra Usai Pengepungan Pemukim Yahudi Belasan family Palestina di Desa Qusra diusir pasukan Israel usai dikepung pemukim Yahudi. PBB catat ribuan penduduk Tepi Barat mengungsi akibat kekerasan.(EPA)

BELASAN family Palestina di Desa Qusra, wilayah Tepi Barat nan diduduki, dipaksa meninggalkan kediaman mereka oleh militer Israel. Pengusiran ini terjadi di tengah operasi militer nan diklaim bermaksud menertibkan golongan pemukim terlarangan Israel.

Sebelumnya, golongan pemukim Israel mengepung tiga rumah milik family Abu Ridi dan Hassan di desa tersebut sejak hari Minggu. Mereka memutus saluran listrik serta pasokan air bersih. Kepala Desa Qusra, Abdel Azim Wadi, mengungkapkan militer Israel telah menetapkan wilayahnya sebagai area militer tertutup dan mengalihfungsikan sejumlah rumah penduduk nan dikosongkan menjadi barak tentara.

Juru bicara pemerintah Israel, David Mencer, mengutuk tindakan para pemukim tersebut.

"Tentara Israel bertindak melawan perihal itu, kami sedang menyelidikinya, dan kami bakal menangkap mereka nan bertanggung jawab serta mengadili mereka," ujar David Mencer.

Kekerasan oleh golongan pemukim di Tepi Barat terus melonjak dalam beberapa waktu terakhir seiring pesatnya ekspansi permukiman nan disokong pemerintah Israel. Langkah ini dinilai sebagai upaya sistematis untuk mengusir penduduk Palestina dari tanah mereka, padahal seluruh permukiman Israel di Tepi Barat berstatus terlarangan menurut norma internasional.

Kecaman Internasional

Insiden intimidasi terhadap family Abu Ridi juga memicu kecaman internasional. Duta Besar Amerika Serikat, Mike Huckabee, mengecam keras tindakan tersebut melalui unggahan di media sosial X.

"Tindakan oleh mereka nan melakukan tindakan teror mengerikan ini bermaksud untuk mengintimidasi dan mengganggu family ini sangat menjijikkan. Tidak ada argumen untuk perilaku premanisme seperti itu," tegas Mike Huckabee.

Militer Israel (IDF) menyatakan telah membongkar dua pos luar (outpost) ilegal, menahan seorang penduduk Israel, serta menyita sejumlah peralatan di perbatasan Qusra dan Jalud. Namun, penanganan militer terhadap tindakan pemukim dinilai lambat dan sering kali mengorbankan penduduk lokal.

Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat eskalasi kekerasan di Tepi Barat telah merenggut nyawa 76 penduduk Palestina sepanjang tahun ini akibat tindakan pasukan Israel maupun pemukim. Selain itu, PBB melaporkan bahwa sekitar 3.800 penduduk Palestina telah terpaksa mengungsi akibat gelombang kekerasan pemukim, penggusuran, dan pembongkaran rumah. (BBC/Z-2)

Selengkapnya