Tidak Cuma Soal Cuan, Panas Bumi Juga Membangun Ekonomi Masyarakat

10 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menyebut pengembangan panas bumi perusahaan tidak hanya berfokus pada untung finansial. Pemanfaatan panas bumi juga difokuskan pada pembangunan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Perusahaan memposisikan daya hijau sebagai katalisator untuk menciptakan akibat berganda (multiplier effect) melalui pemberdayaan lokal nan berkelanjutan.

Presiden Direktur PGE Ahmad Yani menjelaskan bahwa kehadiran proyek panas bumi telah membuka lapangan pekerjaan baru bagi penduduk setempat. Dia menekankan bahwa sinergi antara industri dan masyarakat lokal bisa memperkuat ketahanan ekonomi wilayah di seluruh wilayah kerja perusahaan.

"Tentu saja dengan pengembangan proyek, itu bakal memberikan multiplier effect kepada masyarakat sekitar. Multiplier effect kepada masyarakat sekitar dengan adanya proyek, bakal membuka lapangan kerja, lapangan kerja dan ekonomi masyarakat setempat itu bakal tumbuh," katanya di sela aktivitas The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) di JCC Senayan, nan ditayangkan dalam program Energy Corner CNBC Indonesia, Kamis (20/8/2026).

Bukti keberhasilan akibat ekonomi tersebut salah satunya terlihat di wilayah operasional Kamojang nan telah dikelola perusahaan selama lebih dari empat dekade. Di area tersebut, PGE konsentrasi pada penguatan kapabilitas pengetahuan masyarakat serta pengembangan organisasi nan terbukti bisa mendongkrak kemandirian ekonomi penduduk sekitar.

"Di Kamojang itu membuktikan lebih dari 4 dasawarsa PGE berbareng masyarakat tumbuh berbareng dalam membangun ekonomi tumbuh-kembang masyarakat di sana, tumbuh berbareng mengenai dengan knowledge-nya, community development, untuk penguatan ekonomi masyarakat, itu terbukti," imbuhnya.

Komitmen dalam menjaga aspek sosial dan lingkungan tersebut membawa PGE meraih ranking ESG nomor satu di bumi untuk kategori perusahaan publik di sektor panas bumi.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan pengakuan tertinggi melalui penghargaan Proper Emas sebanyak 15 kali berturut-turut sebagai bukti nyata tata kelola lingkungan nan baik.

"Bahwasannya ada impact, sustainability impact dari pembangunan geothermal di mana energy nan memberikan energy security, agunan energy security, kemudian juga perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat nan ada di sekitarnya," tandasnya.

"Nah kita sukses terbukti dengan ESG rating nan kita peroleh, kita nomor satu di Indonesia untuk public listed company, untuk ESG dengan skor 7.1 sustainability, negligible risk. Nah kemudian nomor satu juga di bumi untuk listed company nan ada," ujarnya.

"Nah inilah bukti komitmen nyata dari kita gimana dalam mengembangkan geothermal itu tidak hanya memikirkan untung semata, nah tapi juga kita gimana membangun alias tumbuh berbareng masyarakat nan ada di sekitar kita," tandasnya.

Seperti diketahui, PGEO membukukan untung US$ 79,62 juta pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 15,47% dari periode nan sama tahun sebelumnya US$ 68,95 juta.

Sementara untung per saham dasar ikut menanjak menjadi US$ 0,0019 dari sebelumnya US$ 0,0017. Kemudian pendapatan US$ 235,03 juta, surplus 14,73% dari posisi sama tahun lampau US$ 204,85 juta.

(wia) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya