Piala Presiden.(dok.PSSI)
KETUA Organizing Committee Piala Presiden 2026 Tsamara Amany menjelaskan argumen keamanan menjadi aspek terkuat kenapa pihaknya tak menjual tiket semifinal Piala Presiden 2026 nan digelar di Bali.
Hal ini diambil setelah semifinal Piala Presiden 2026 mempertemukan empat tim nan mempunyai sejarah rivalitas tinggi, ialah Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya melawan Arema FC.
"Saya kira, nomor satu, tentu saja kita memikirkan dari segi keamanan. Bagi kami di kepanitiaan, nomor satu adalah keselamatan. Keselamatan penonton, keselamatan suporter. Saya, pak Arya (Sinulingga), dan seluruh tim kepanitiaan, kami selalu beranggapan bahwa menonton sepak bola itu kudu aman, kudu nyaman, kudu tenang, dan kudu bahagia," jelas Tsamara ketika ditemui awak media setelah berakhirnya Kongres Biasa PSSI 2026 di Jakarta, Senin (3/8).
Sebelumnya, kepastian ini datang setelah akun IG resmi Piala Presiden 2026 pada Minggu malam mengumumkan bahwa mereka tidak menjual tiket untuk pertandingan semifinal sehingga para suporter diminta tidak membeli tiket dari pihak mana pun.
Keputusan tersebut membikin dua laga nan mempertemukan empat klub besar Indonesia itu dipastikan hanya dapat disaksikan melalui siaran televisi maupun jasa streaming.
"Tapi memang, tentu tadi seperti nan sudah saya sampaikan. Kami juga bakal berkoordinasi secara intens tentunya dengan pihak Kepolisian, keamanan, Pemerintah Daerah, dan juga TNI-POLRI tentunya, nomor satu keselamatan," ungkap dia.
"Kami bakal koordinasi dengan pihak-pihak nan diperlukan. Tapi sama, jangan sampai lantaran sepak bola begitu kita mengorbankan orang," tambah dia.
Sementara itu, personil Steering Committe (SC) Piala Presiden 2026 Arya Sinulingga mengaku percaya antusiasme penonton menyaksikan dua laga semifinal itu bakal tetap tinggi meski mereka tak diperbolehkan datang langsung ke stadion.
Terlebih, tambah dia, klub-klub lokal di jenis tahun ini menunjukkan tajinya setelah mereka bisa menyingkirkan tiga klub luar negeri nan berpartisipasi, ialah Port FC, Arema FC, dan PSMS Medan.
"Dengan legenda-legenda di klubnya itu sudah membuktikan rupanya ini klub-klub terbaiknya legenda Indonesia. Dan mereka ditonton banyak orang. Itu sudah bukti bahwa hype-nya tidak bakal turun," tutur Arya.
Dalam kesempatan nan sama, Arya menegaskan bahwa sejak awal panitia telah menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa penentuan tuan rumah Piala Presiden 2026 hanya bertindak hingga babak fase grup.
Penegasan ini disampaikan untuk merespons narasi nan sempat berkembang di publik bahwa panitia seolah tidak mengantisipasi kemungkinan Persib menghadapi Persija serta Persebaya berjumpa Arema di babak semifinal.
"Sekalian jawab nan ini. nan katanya, 'Wah, kan sudah tahu bakal begini. Kok mengundang klub-klub itu?'. Justru lantaran kita tahu. Maka dari itu, sejak awal kami sudah sampaikan ke klub, apalagi di pengumuman kita, bahwa tuan rumah itu hanya di penyisihan grup. Sampai di akhir tidak ada di mana semifinal dan final," jelas dia.
"Jadi, sudah kami siapkan dan kami tahu memang bahwa dengan mengundang ini ada konsekuensinya. Kita siap juga dengan konsekuensi. Artinya sudah kita hitung. Maka dari itu, tidak ada penentuan. Sejak awal tidak ada penentuan. Kita semua tahu. UMKM juga tahu," tambah dia.
Adapun, dua laga semifinal ini bakal dimainkan di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada besok Selasa (4/8), dimana Persib bakal menghadapi Persija pukul 15.30 WIB, sementara Persebaya kontra Persija digelar malam harinya pukul 19.30 WIB. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·