TEP Undip membantu menyelenggarakan Festival Rakyat dan Pentas Seni.(Dok.Istimewa)
UNIVERSITAS Diponegoro (UNDIP) melalui Tim Ekspedisi Patriot (TEP) mengukir kisah pengabdian masyarakat nan mendalam berbareng penduduk Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.
Hadir di tengah keterbatasan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini, TEP UNDIP tidak hanya membantu menyukseskan rangkaian upacara kemerdekaan pada Senin (17/8) di Lapangan Distrik Senggi, tetapi juga melebur erat dalam kehidupan sehari-hari penduduk melalui penyelenggaraan Festival Rakyat dan Pentas Seni nan mengusung tema “Rayakan Kemerdekaan, Eratkan Kebersamaan”. Kegembiraan anak-anak hingga orang dewasa terlihat saat mengikuti beragam perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, joget balon, voli air, jaring laba-laba, dan bola terbang, menghadirkan ruang kebahagiaan dan persaudaraan nan tulus antara insan akademisi, penduduk lokal, jejeran abdi negara TNI-Polri dan ASN setempat.
Kehadiran dan ketulusan TEP UNDIP dalam mendampingi masyarakat mendapat tempat nan sangat spesial di hati para tokoh dan penduduk Senggi. Kepala Distrik Senggi, Daud Yunam, mengungkapkan rasa harunya atas dedikasi para mahasiswa nan rela tinggal dan berbaur berbareng penduduk sejak bulan pertama kehadiran hingga puncak perayaan. Ia menyebut tawa dan keceriaan nan dihadirkan TEP UNDIP menjadi kenangan paling berkesan dan menyentuh hati penduduk setelah sekian puluh tahun berlalu.
“Ini menjadi satu memori nan luar biasa setelah puluhan tahun berlalu. Kehadiran TEP UNDIP memberikan kesan nan sangat mendalam dan menyentuh hati pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Antusiasme nan mereka bawakan untuk penduduk Senggi sungguh luar biasa, dan semangat kebersamaan seperti inilah nan sangat kami harapkan dapat terus bersambung di masa-masa mendatang,” ungkap Daud Yunam.
Senada dengan perihal tersebut, Komandan Koramil 1701-06 Senggi, Kapten Inf. Ajang Ahdiat, menyambut hangat kontribusi TEP UNDIP dan berambisi pendampingan ini terus berlanjut. Ia mendorong para mahasiswa untuk terus menyalurkan energi, kepedulian, dan keilmuannya demi membantu mengatasi beragam tantangan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan.
“Pesan buat adik-adik dari TEP UNDIP, khususnya nan ada di wilayah Senggi, mari kita bersama-sama membantu membangun wilayah khususnya di Distrik Senggi ini dengan segala keterbatasan nan ada, dengan segala kekurangan nan ada. Dengan segala kekuatan, segala keahlian nan dimiliki oleh adik-adik, membantu masyarakat nan ada di Distrik Senggi ini agar nantinya dapat tercapai suatu kemakmuran bagi masyarakat, khususnya masyarakat wilayah Senggi,” ucap Kapten Inf. Ajang Ahdiat.
Sementara itu, Kapolsek Senggi, Iptu Yanto Rumbruren, mengapresiasi kebersamaan dan pendekatan humanis TEP UNDIP nan bisa merangkul seluruh komponen masyarakat sehingga tercipta ikatan kekeluargaan nan erat dan suasana wilayah nan kondusif dan harmonis. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh komponen masyarakat serta lembaga terkait, dan juga kepada teman-teman dari UNDIP untuk berbareng bergotong-royong menyongsong 17 Agustus dari awal pembentukan panitia hingga jatuh pada tanggal 17 Agustus. Untuk ke depan, pesan saya untuk teman-teman dari UNDIP, mari kita sama-sama membangun negeri, lantaran negeri tercinta ini adalah milik kita bersama,” jelas Iptu Yanto Rumbruren.
TEP UNDIP turut terlibat sejak pembentukan panitia hingga penyelenggaraan rangkaian aktivitas peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, nan ditutup dengan pembagian hadiah, doorprize, dan upacara penurunan bendera. Melalui langkah nyata dan kepedulian TEP UNDIP di Distrik Senggi ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan tentang datang mendengarkan, merangkul, dan menyalakan angan berbareng masyarakat di pelosok negeri.(E-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·