ARTICLE AD BOX
loading...
Kuasa norma Presiden Ke-7 RI Jokowi, Rivai Kusumanegara mencurigai adanya strategi tertentu di kembali perbedaan langkah norma nan dilakukan Roy Suryo dengan Tifauzia Tyassuma alias master Tifa. Foto: Dok Sindonews
JAKARTA - Kuasa norma Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) Rivai Kusumanegara mencurigai adanya strategi tertentu di kembali perbedaan langkah norma nan dilakukan Roy Suryo dengan Tifauzia Tyassuma alias master Tifa. Strategi ini dinilai sengaja dimanfaatkan oleh pihak Roy Suryo.
Menurut Rivai, adanya permohonan praperadilan oleh Roy Suryo mengakibatkan penangguhan pemeriksaan perkara utama di pengadilan sesuai ketentuan KUHAP nan baru. Sehingga, perihal ini menciptakan selisih waktu alias jarak antara persidangan Tifa dan Roy Suryo.
Baca juga: Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
"Memang dengan upaya praperadilan maka terjadi penangguhan pemeriksaan pokok perkara. Dan ini sekarang sudah terjadi, terjadi jarak antara pemeriksaan master Tifa dengan pemeriksaannya Pak Roy," ujar Rivai dalam program Rakyat Bersuara iNews, Selasa (30/6/2026).
Dia mengungkap dalam beberapa praperadilan nan biasa dilakukan itu biasanya selesai sekitar 2-3 pekan. Melihat jarak waktu tersebut, tentu Jokowi sebagai pihak pelapor mengalami kerugian dari segi waktu lantaran kudu dua kali menghadiri persidangan.
Namun, Rivai mengendus jika ini justru menjadi bagian dari strategi norma nan tengah dilakukan kubu Roy Suryo. "Biasanya dengan langkah Ibu Tifa di depan, kelak Tifa nan pembuktian duluan, Ibu Tifa nan divonis, Pak Roy nan bakal mengambil manfaatnya," ujarnya.
Dengan posisi Tifa nan disidang lebih awal, tim norma Roy Suryo diduga dapat mempelajari kekurangan dalam pemeriksaan saksi maupun mahir di persidangan pertama untuk kemudian disempurnakan pada persidangan berikutnya.
"Contoh, pemeriksaan mahir A di sana kurang sempurna, di Pak Roy bakal disempurnakan. Jadi itu sebagai lawyer biasanya strategi itu. Nah, kami sedang mencermati apakah ini bagian dari strategi itu," ucapnya.
(jon)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·