Tim robotik Mulieng Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie berkompetisi di kejuaraan robotik internasional Word Robotik Center Competition 2026 (4.0) di Malaysia.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
TIM robotik Mulieng dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie kembali mengukir prestasi dengan mewakili Indonesia di arena internasional World Robotic Center Competition 2026 (4.0). Kompetisi bergengsi ini berjalan di kampus University Putra Malaysia (UPM) Serdang, Selangor, Malaysia, selama dua hari, Selasa (11/8) hingga Rabu (12/8).
Keikutsertaan ini menandai kali ketiga bagi madrasah penemuan di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi Aceh tersebut berkompetisi di level dunia. Dalam arena kali ini, mereka bersaing dengan ratusan tim robotik dari beragam negara di Asia dan dunia.
Kepala MAN 1 Pidie sekaligus Ketua Tim, Muhammad Thaifuri, mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan dua atlet terbaik, ialah Habibi Azzarral dan Askia Humaira. Keduanya merupakan siswa berprestasi nan sebelumnya sukses memboyong empat gelar juara pada arena 16th World Robotic Training and Competition (IRTC) di Malaysia dan Singapura pada Juni lalu.
"Persaingan kali ini sangat ketat. Namun, pada hari pertama kompetisi, tim kita sudah sukses masuk ke babak 32 besar. Mohon doanya agar di hari kedua ini kami bisa kembali mengharumkan nama Indonesia, khususnya Aceh," ujar Muhammad Thaifuri, Rabu (12/8).
Secara keseluruhan, Tim Robotik MAN 1 Pidie diperkuat oleh lima personel utama, yaitu:
- Habibi Azzarral (Atlet)
- Askia Humaira (Atlet)
- Muhammad Thaifuri (Ketua Tim)
- Sari Ali (Pelatih)
- Azarullah (Manajer)
Sebelumnya, pada 27 Juni 2026, Tim Robotik Mulieng membuktikan taringnya dengan meraih empat gelar juara sekaligus dalam kejuaraan IRTC nan diikuti oleh pelajar dari 10 negara Asia, termasuk Jepang, Singapura, dan Tailan. Konsistensi ini mempertegas posisi MAN 1 Pidie sebagai salah satu pusat pengembangan robotik madrasah nan diperhitungkan di kancah internasional. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·