Tim SAR Cari 3 Korban Kapal Pekerja Migran Tenggelam di Pulau Rupat

1 jam yang lalu 4
Tim SAR Cari 3 Korban Kapal Pekerja Migran Tenggelam di Pulau Rupat Petugas tim SAR mencari korban kapal nan tenggelam di dekat Pulau Rupat.(MI/Rudi Kurniawansyah)

TIM SAR gabungan terus mengintensifkan pencarian terhadap tiga korban kapal tenggelam di perairan Pulau Rupat, Kota Dumai, Riau. Kapal jenis speed boat bermesin dua tersebut dilaporkan terbalik setelah diterjang cuaca jelek saat membawa belasan pekerja migran menuju Malaysia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi pada Jumat (14/8) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Berdasarkan laporan dari Polair Kota Dumai, kapal berangkat dari wilayah Rupat namun di tengah perjalanan dihantam hujan deras dan angin kencang.

"Dalam perjalanan, kapal diterjang hujan deras, angin kencang, dan angin besar hingga akhirnya terbalik," ujar Budi pada Minggu (16/8).

Pascakejadian, sejumlah penumpang sempat hanyut dan berupaya menyelamatkan diri sebelum akhirnya ditemukan oleh kapal nan melintas di sekitar lokasi. Para korban selamat kemudian dievakuasi menuju Dumai. Saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan pendataan mendalam untuk menggali kronologi serta identitas pasti seluruh penumpang.

Data Korban dan Detail Operasi SAR

Berdasarkan info sementara nan dihimpun Kantor SAR Pekanbaru, total terdapat 15 orang nan berada di dalam kapal tersebut. Berikut adalah rincian info korban dan teknis pencarian:

Kategori Data Keterangan
Total Penumpang Terdata 15 Orang
Korban Selamat 12 Orang
Korban Dalam Pencarian 3 Orang
Alutsista Dikerahkan Kapal RB 218 & 11 Personel Rescuer
Luas Area Pencarian 122 Nautical Mile Persegi
Metode Pencarian Penyisiran dengan Track Spacing 0,5 NM

Perkembangan Pencarian Hari Kedua

Operasi SAR telah memasuki hari kedua pada Minggu (16/8). Tim campuran memulai pergerakan sejak pukul 07.00 WIB setelah melakukan briefing koordinasi. Fokus utama tim adalah menyisir kembali area seluas 122 nautical mile persegi dengan memperhatikan dinamika laut nan fluktuatif.

Budi menekankan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca nan belum sepenuhnya stabil. Seluruh tim di lapangan diinstruksikan menggunakan perangkat pelindung diri (APD) komplit dan waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.

"Tim SAR campuran terus melakukan pencarian terhadap korban nan tetap lenyap dengan memperhatikan kondisi cuaca dan keselamatan seluruh personel di lapangan. Evaluasi berkala bakal terus dilakukan berasas perkembangan di perairan Pulau Rupat," pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya