Tim SAR campuran lanjutkan pencarian terhadap seorang laki-laki lanjut usia berjulukan SLT (80)(Doc SAR Pekanbaru)
TIM SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang laki-laki lanjut usia berjulukan SLT (80), nan dilaporkan lenyap di area perkebunan Desa Maini, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
SLT dilaporkan tidak diketahui keberadaannya sejak Kamis (7/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Hingga Senin (10/8), keberadaan korban tetap belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan laporan mengenai hilangnya korban diterima pada Minggu (9/8) dari Bhabinkamtibmas Desa Maini.
“Setelah menerima informasi, Tim Rescue Unit Siaga SAR Meranti langsung bergerak menuju letak kejadian untuk melaksanakan pencarian dan berkoordinasi dengan unsur SAR nan telah berada di lokasi,” ujar Budi, Senin (10/8).
Berdasarkan info nan diterima, korban diketahui tidak berada di rumah dan tidak diketahui keberadaannya. Pihak family sebelumnya telah melakukan pencarian secara berdikari di sekitar rumah maupun letak nan biasa didatangi korban, namun belum membuahkan hasil.
Pada Jumat (8/8), family kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun I.
Pencarian selanjutnya dilakukan berbareng penduduk dengan menyisir area sekitar rumah hingga area perkebunan nan mempunyai sejumlah akses dan jalur nan diperkirakan dapat dilalui korban.
Ia mengungkapkan, tim SAR telah dikerahkan untuk menyisir area perkebunan. Sebanyak enam personel Rescuer Unit Siaga SAR Meranti diberangkatkan menuju letak pada Minggu.
"Setibanya di lokasi, tim rescue langsung berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya. Pencarian kemudian dilakukan dengan penyisiran di sekitar letak kejadian sejauh kurang lebih 2 kilometer (Km)," jelasnya.
Hingga pencarian hari pertama berhujung pada pukul 18.30 WIB, korban belum ditemukan. Tim SAR campuran kemudian melaksanakan debriefing dan menghentikan sementara pencarian untuk dilanjutkan pada hari berikutnya.
Memasuki hari kedua operasi SAR, Senin (10/8), Tim SAR Gabungan kembali melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WIB sebelum melakukan penyisiran.
"Pencarian dilakukan menggunakan metode ESAR (Explore Search and Rescue) jenis 1, dengan pola penyisiran arah Utara-Selatan sesuai rencana operasi SAR," ujarnya.
Ia menjelaskan, area pencarian mencakup area perkebunan di sekitar perkiraan letak kejadian dengan pemisah koordinat nan telah ditentukan oleh Tim SAR.
Ia mengatakan, seluruh personel dan masyarakat nan terlibat dalam pencarian juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan selama proses penyisiran.
"Termasuk menggunakan perangkat pelindung diri (APD) sesuai kondisi medan," pungkasnya. (RK)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·