Timnas Indonesia U-17 Bungkam Malaysia, Erick Ingin Tiru Jepang

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua PSSI Erick Thohir menilai kemenangan Timnas Indonesia U-17 atas Malaysia di laga uji coba belum bisa jadi tolok ukur.

Timnas Indonesia U-17 sukses mendulang hasil maksimal saat berjumpa Malaysia dalam laga uji coba di Stadion Manahan, Surakarta, Selasa (7/7). Tim Merah Putih menang dengan skor telak 3-0.

Meski demikian, Erick menilai hasil tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur lantaran pembimbing Timnas Indonesia U-17, David Nascimento, nan belum lama menangani tim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya tetap awal lantaran pelatihnya juga baru datang," kata Erick di Stadion Mandala Krida, Kota Yogyakarta, DIY, Rabu (8/7).

Erick menjelaskan PSSI berbareng jejeran Exco telah menyepakati pembagian konsentrasi kepelatihan, di mana John Herdman bakal berkonsentrasi menangani tim senior sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan dengan Timnas Indonesia U-20 dan U-23.

Menurutnya, komitmen tersebut sudah terlihat dari pemanggilan sejumlah pemain muda, seperti Dony Try Pamungkas dan Matthew Baker nan tetap berumur 17 tahun, ke level nan lebih tinggi.

"Tetapi kelak di bawah technical director Alex (Alexander Zwiers) dan tentu struktur di bawahnya nan Coach U-17 dan U-15 itu mereka bakal punya formula tersendiri lantaran jika kita konsentrasi di U-20 U-23 telat," ujarnya.

Erick menilai persaingan sepak bola bumi sekarang semakin mengharuskan setiap negara membangun fondasi sejak usia dini. Ia mencontohkan kekuasaan negara-negara Eropa dalam turnamen usia muda sebagai bukti pentingnya pembinaan berjenjang.

"Ya kita bisa lihat para peserta Asia di Piala Dunia semua sudah gugur ya dan kita bisa lihat kekuasaan Eropa," ujarnya.

"Artinya jika kita dari usia U-13 U-15 ini kita bisa mengeluarkan bibit-bibit bagus, bisa bermain di Eropa gitu," lanjut Erick.

Menurut dia, Indonesia perlu meniru negara seperti Jepang nan konsisten mengirim banyak pemain muda berkarier di kejuaraan Eropa.

"Nah, ini jadi asuransi ya seperti tim-tim Jepang nan pemainnya banyak sekali main di Eropa," katanya.

Banner Gempita Bola 2026

Untuk mewujudkan perihal tersebut, PSSI telah menyiapkan program pembinaan jangka panjang, termasuk pembangunan pusat training tim nasional golongan umur di beragam daerah.

"Nah, cuman ini mungkin program 10 tahun lantaran ini baru dibangun dan kami PSSI dalam jangka 1-2 tahun ke depan bakal mulai membangun pusat training tim nasional di wilayah ya usianya U-13 U-15, apalagi FIFA sekarang sudah mengumumkan ada kejuaraan bumi U-15."

"Artinya jika semua negara sudah berinvestasi di golongan umur nan lebih muda, jika kita enak-enak sendiri di senior terus maka kita bakal tertinggal," terang Erick.

[Gambas:Video CNN]

(kum/kum/jun)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya