Komandan Guskamla Koarmada II, Laksmana TNI Edy Setyawan(Dok KRI Hatta)
TNI Angkatan Laut mengerahkan sejumlah perangkat utama sistem senjata (alutsista) untuk mempercepat penanganan akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Salah satu nan disiapkan adalah KRI dr. Soeharso nan bakal difungsikan sebagai rumah sakit terapung di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.
Komandan Satgas Laut sekaligus Komandan Guskamla Koarmada II, Laksmana TNI Edy Setyawan, mengatakan KRI dr. Soeharso diberangkatkan dari Surabaya dengan membawa tenaga kesehatan, perlengkapan medis, serta beragam kebutuhan penanganan darurat.
"KRI Soeharso ini kita fungsikan sebagai rumah sakit terapung di sana. Kita mempunyai akomodasi komplit nan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Edy, Selasa (18/8) di Labuan Bajo.
Selain KRI dr. Soeharso, TNI AL mengerahkan KRI Bung Tomo dan KRI Hiu. KRI Bung Tomo saat ini telah berada dalam operasi Satgas Laut, sedangkan KRI Hiu tetap berada di Kupang dan segera bergerak menuju Pelabuhan Reo.
Edy mengatakan pengerahan kapal perang tersebut juga untuk mempercepat pengedaran support bagi penduduk terdampak gempa, terutama di Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Menurut dia, kondisi sejumlah akomodasi kesehatan di wilayah terdampak cukup memprihatinkan setelah diguncang gempa. Karena itu, keberadaan KRI dr. Soeharso diharapkan menjadi akomodasi rujukan bagi masyarakat selama masa tanggap darurat.
"Fasilitas kesehatan nan ada di darat sangat terbatas, khususnya kesiapan obat-obatan," ujarnya.
Selain tenaga kesehatan, TNI AL mengerahkan sekitar 200 personel satuan setingkat batalyon komposit. Mereka membawa perangkat berat dan bakal membantu mendirikan dapur lapangan serta rumah sakit lapangan.
Jalur laut juga dipilih untuk mempercepat pengedaran logistik dari Labuan Bajo menuju Reo. Edy menyebut perjalanan melalui jalur darat dapat mencapai sekitar sembilan jam, sedangkan dengan kapal hanya memerlukan sekitar dua separuh jam.
"Jadi sangat lebih efektif ketika mendistribusikan sembako alias support lainnya dari Labuan Bajo sebagai marshalling area, digeser melewati laut," katanya.
Pengerahan alutsista dan rumah sakit terapung ini menjadi bagian dari operasi kemanusiaan TNI AL untuk mendukung penanganan penduduk terdampak gempa Flores selama masa tanggap darurat.(MM/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·