Pegawai hotel mengamankan barang-barang milik visitor dari gedung Hotel Jayakarta nan rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.(ANTARA FOTO/Gecio Viana)
Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus mengerahkan personel hingga total 1.267 untuk membantu penanganan akibat gempa bumi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Bidang Penerangan Umum pada Pusat Penerangan TNI Kolonel Laut (Pelaut/P) Agung Saptoadi menyebut personel TNI berbareng Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lembaga terkait, dan masyarakat terus melaksanakan pencarian serta penanganan korban bencana, membantu perawatan korban, serta mendukung penanganan akibat kerusakan di wilayah terdampak.
"TNI juga mendukung pengoperasian posko dan dapur lapangan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak," kata Kolonel Agung dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Hingga Sabtu siang, dia mengatakan sebanyak para personel TNI nan telah dikerahkan di sejumlah wilayah terdampak terdiri atas 263 personel di Kabupaten Sikka, 105 personel di Kabupaten Ngada, 400 personel di Kabupaten Nagekeo, 120 personel di Kabupaten Ende, 295 personel di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, serta 84 personel di Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam mendukung penanganan bencana, TNI hingga sekarang telah mengerahkan beragam sarana pendukung, di antaranya 89 unit kendaraan, mendirikan 21 tenda lapangan, dan menyiapkan 120 velbed.
Selain itu, TNI AL telah menyiapkan satu unit Helikopter Bell 412 dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda untuk mendukung penanggulangan musibah di wilayah Flores, termasuk membantu mobilitas personel dan pengedaran support ke wilayah terdampak.
Dia menjelaskan pengerahan personel dan perangkat utama sistem senjata (alutsista) tersebut merupakan corak respons sigap TNI dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
"TNI berbareng seluruh unsur mengenai bakal terus melakukan penanganan secara terpadu untuk mendukung proses pencarian, evakuasi, perawatan korban, serta pemulihan kondisi masyarakat dan wilayah terdampak," tuturnya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis info sementara hingga Sabtu, pukul 18.48 WIB tentang jumlah total korban meninggal bumi akibat gempa M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 47 orang.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, mengatakan sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur (17), Sikka (3), Ngada (1), dan Ende (1).
"Selain korban ini, petugas mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka," katanya.
Terkait dengan jumlah gedung rusak, dia menyebut total rumah rusak berat 157 unit, rusak sedang 41 unit, dan rusak ringan 148 unit.
Kerusakan juga terjadi pada akomodasi umum, seperti akomodasi pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah lima unit, instansi enam unit, dan sejumlah akomodasi umum lain. (Ant/Z-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·