Todotua Ungkap PR Besar RI: Struktur Biaya Rantai Pasok

42 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan pemerintah mendorong hilirisasi sebagai agenda besar menciptakan nilai tambah terhadap kekayaan sumber daya alam nan dimiliki. Pasalnya, Indonesia tetap mempunyai pekerjaan rumah besar mengenai struktur biaya rantai pasok nan tetap tinggi, konsumsi nan besar, hingga impor nan tinggi.

"Struktur cost kita tetap tinggi, sehingga ini menjadi persoalan. PR besar kita gimana rantai pasok suplai nan juga bagian dari konsumsi, kita dengan jumlah populasi nan besar bisa kita olah sendiri," kata Todotua dalam aktivitas Mindialogue 2026: Mineral untuk Stabilitas Ekonomi RI, (Rabu 12/8/2026).

Hilirisasi digaungkan terutama untuk menekan biaya dari demand konsumsi, lantaran kontrol biaya berjuntai pada negara produsen. Hal ini membikin Indonesia sebagai salah satu jumlah masyarakat terbanyak menjadi rentan dengan biaya konsumsi nan tinggi.

"Kalau cost konsumsinya besar, maka valuenya juga kudu kita lihat. Maka kita lihat tantangannya adalah angka-angka realisasi ini, mungkin nomor ini (target investasi) sudah kita capai, tapi jika struktur costnya tinggi secara teori (angkanya) tidak sampai," ungkapnya.

Dia juga menegaskan kekuatan Indonesia bukan hanya dilihat dari kekayaan sumber daya alam nan ada, melainkan gimana bisa menciptakan nilai tambah dari kekayaan tersebut.

"Kalau kita tidak bisa menciptakan value terhadap produk SDA kita, maka tidak bakal memberikan impact," kata Tododua.

Dia juga menekankan bahwa pemerintah terus melakukan reformasi birokrasi khususnya mengenai perizinan. Mulanya, Todotua menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai sasaran pertumbuhan ekonomi mencapai 8%. Salah satu nan bisa mendukung itu adalah teralisasinya sasaran investasi nan masuk ke dalam negeri.

Sebagaimana diketahui, realisasi investasi pada tahun 2025 mencapai Rp 1.950 triliun alias 3% lebih tinggi dari nan ditargetkan. "Jadi ini kita memandang memang pergerakan realisasi investasi ini cukup baik. Kita tetap punya level confidence terhadap itu, tapi kita mengerti realisasi investasi beberapa perihal perlu kita lakukan perbaikan," terang Todotua

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya