Ilustrasi(MI/Marianus Marselus)
PEMULIHAN pascagempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat tidak hanya menyasar kebutuhan logistik, tetapi juga kondisi psikologis dan kesehatan para penyintas, khususnya golongan rentan.
Polres Manggarai Barat berbareng Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah dan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) menggelar pendampingan psikososial dan pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi penunggu Panti Asuhan Rumah Kasih Kkottongnae Indonesia, Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Selasa (25/8).
Kegiatan tersebut menyasar anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, serta pengelola panti nan tetap melakukan pengungsian berdikari di tenda darurat setelah gempa bumi mengguncang wilayah Flores.
Para penunggu panti memilih memperkuat di luar gedung dengan mendirikan tenda sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan.
Dalam aktivitas tersebut, Tim Psikolog Polda Jawa Tengah memberikan trauma healing melalui terapi permainan alias play therapy, konseling kelompok, serta intermezo edukatif.
Pendampingan ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengurangi kekhawatiran dan ketakutan akibat pengalaman gempa, sekaligus membangun kembali rasa kondusif dan kepercayaan diri mereka.
Suasana nan semula dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah menjadi lebih ceria ketika anak-anak mengikuti beragam permainan dan aktivitas berbareng tim trauma healing.
Selain pemulihan psikologis, jejeran Dokkes Polres Manggarai Barat memberikan jasa pemeriksaan kesehatan cuma-cuma bagi para penunggu dan pengelola panti.
Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga masam urat. Layanan tersebut diberikan untuk memantau kondisi kesehatan para pengungsi selama berada di tenda darurat.
Kapolres Manggarai Barat AKBP Christian Kadang mengatakan, penanganan pascabencana kudu memperhatikan kondisi bentuk dan mental para penyintas.
“Kehadiran kami tidak hanya untuk menyalurkan support sembako, tetapi juga memberikan pendampingan pemulihan trauma agar para penunggu panti dapat bangkit dari akibat psikologis pascagempa,” kata Christian.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan juga krusial dilakukan untuk memastikan kondisi bentuk para penunggu panti tetap terjaga selama masa pengungsian.
Dalam kesempatan tersebut, Polres Manggarai Barat juga menyerahkan 25 paket sembako dan 15 unit kasur untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para penunggu panti selama tinggal di tenda darurat.
Christian mengatakan support kasur diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus mengurangi akibat gangguan kesehatan akibat tidur di atas tanah alias terpal.
Sementara itu, Kepala Desa Batu Cermin Marianus Yono Jehanu menyampaikan apresiasi atas perhatian dan support nan diberikan jejeran kepolisian kepada penduduk terdampak gempa.
“Terima kasih nan sebesar-besarnya kepada Polda NTT melalui Polres Manggarai Barat atas bantuan, kepedulian, dan perhatian nan diberikan kepada penduduk Desa Batu Cermin nan terdampak gempa,” ujar Marianus.
Ia berambisi kepedulian tersebut dapat memperkuat semangat kebersamaan masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.
Kegiatan trauma healing, jasa kesehatan, dan penyaluran support logistik ini menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan bentuk dan psikologis golongan rentan tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat gempa bumi di Flores.(MM/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·