Jakarta, CNN Indonesia --
Persentase Gianni Infantino lengser dari kedudukan presiden FIFA turun jadi 21 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memberikan dukungan.
Gianni Infantino tetap berada di bangku panas presiden FIFA usai rencana penjualan saham Piala Dunia berujung kontroversi.
iming-iming duit besar kepada pendukung rencana penjualan saham itu kandas usai UEFA menentang keras. Concacaf dan AFC dan sejumlah asosiasi personil FIFA mengikuti langkah UEFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ujungnya, Infantino membatalkan rencana penjualan saham tersebut. Akan tetapi pertentangan terhadap laki-laki berdarah Swiss-Italia itu tetap berlanjut.
Infantino sekarang didesak mundur dari presiden FIFA dan diupayakan tidak maju dalam pemilihan pada Maret 2027 mendatang. Dikutip dari Yahoo berasas laporan Kalshi, pada 10 Agustus kemungkinan Infantino bakal lengser berada pada nomor 50 persen.
Akan tetapi setelah muncul support dari Donald Trump, Asosiasi Sepak Bola Meksiko, dan Argentina, kesempatan itu turun menjadi 21 persen.
Baru-baru ini Trump menyebut FIFA bisa membikin kesalahan fatal jika mengganti Infantino nan dianggap sukses menggelar Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.
Asosiasi Sepak Bola AS sendiri disebut mendukung Concacaf menentang Infantino. Namun tidak semua personil Concacaf bersuara bulat, Meksiko tetap memberikan support untuk Infantino.
Selain itu, Conmebol (Amerika Selatan), CAF (Afrika), dan OFC (Oseania) jadi tiga konfederasi nan mendukung Infantino.
Ancaman terbesar Infantino saat ini ada pada UEFA. Badan sepak bola Eropa itu apalagi berencana boikot dari arena nan digelar FIFA jika Infantino tidak mundur dari jabatan, termasuk untuk Piala Dunia Wanita pada 2027 mendatang.
(sry/nva)

54 menit yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·