Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran Meski tanpa Kesepakatan Nuklir

1 jam yang lalu 3
Trump Ingin Akhiri Perang dengan Iran Meski tanpa Kesepakatan Nuklir Presiden AS Donald Trump(Mandel NGAN / AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara pribadi melontarkan pendapat untuk mengakhiri bentrok militer dengan Iran, apalagi tanpa memerlukan kesepakatan nuklir formal.

Harian Wall Street Journal (WSJ) melansir laporan tersebut pada Senin (10/8), mengutip pernyataan sejumlah pejabat tinggi AS. Selama beberapa pekan terakhir, Trump disebut tengah mempersiapkan skenario untuk mendeklarasikan kemenangan atas Iran andaikan Teheran bersedia membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz secara penuh.

Kepada para penasihat seniornya, Trump menyatakan kesiapannya untuk menyetujui penghentian perang meski tanpa pakta nuklir baru. Seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa AS pada dasarnya telah memenuhi seluruh sasaran operasional militernya di Iran.

Saat ini, konsentrasi utama Washington telah bergeser pada upaya menjamin kelancaran arus pasokan daya dunia di Selat Hormuz. Kendati demikian, AS menegaskan tetap menyiagakan opsi serangan militer lanjutan jika Iran tetap terus menggangu perlintasan kapal-kapal jual beli di wilayah tersebut.

Dalam sejumlah pertemuan terbatas, Trump mengeklaim keyakinannya bahwa Teheran tidak bakal melanjutkan ambisi pengembangan senjata nuklir selama masa pemerintahannya. Keyakinan tersebut didasari atas tindakan militer AS nan telah menghancurkan tiga akomodasi utama nuklir Iran pada 2025.

Trump menilai ancaman serangan jawaban AS sudah cukup menjadi aspek penggentar (deterrent) bagi Iran. Para pejabat Gedung Putih mengisyaratkan bahwa Washington berkesempatan memperpanjang masa gencatan senjata hingga pemisah waktu nan tidak ditentukan, selama program nuklir Iran berada dalam kendali pengawasan.

Sebagai kompensasi, Trump berjanji bakal mencabut blokade laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran jika Selat Hormuz dibuka total. Langkah ini sejalan dengan pernyataan Trump sebelumnya nan mengaku telah membatalkan gelombang serangan lanjutan demi memberi ruang bagi tercapainya perdamaian.

Sementara itu dari pihak Teheran, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan teknis dengan Oman mengenai pemisah dan rincian geografis rute pelayaran di Selat Hormuz.

Kesepakatan bilateral antara Iran dan Oman tersebut diharapkan dapat menjadi jalur perlintasan kondusif bagi kapal-kapal komersial nan mengarungi perairan Teluk Persia.

(Ant/P-4)

Selengkapnya