Trump Mengaku Komunikasi dengan Kim Jong Un, Janji Kurangi Latihan Militer di Korsel

1 jam yang lalu 3
Trump Mengaku Komunikasi dengan Kim Jong Un, Janji Kurangi Latihan Militer di Korsel Presiden Donald Trump mengisyaratkan komunikasi terbaru dengan Kim Jong Un dan mengumumkan pengurangan latihan militer AS-Korsel.(White House)

PRESIDEN Donald Trump mengisyaratkan dirinya dan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, baru-baru ini telah melakukan komunikasi. Pengakuan ini disampaikan hanya sehari setelah Trump mengumumkan rencana pengasuhan alias pengurangan intensitas latihan militer berbareng sekutu utamanya di kawasan, Korea Selatan.

Di hadapan para wartawan, Trump mengungkapkan Kim Jong Un telah merespons permintaan Gedung Putih untuk melakukan pembicaraan. Meski demikian, dia tidak membeberkan lebih lanjut substansi alias perincian isi dari respons pihak Korea Utara tersebut.

Pengumuman mengenai pengurangan latihan militer berbareng Korea Selatan disampaikan Trump pada hari Minggu, hanya beberapa jam sebelum latihan tersebut dijadwalkan dimulai. Keputusan itu diambil dengan argumen hubungan baiknya dengan Kim Jong Un, serta minimnya support dari Korea Selatan dalam mengatasi rumor mengenai Iran.

Langkah ini memicu kritik nan menilai Trump lebih memprioritaskan kepentingan pihak musuh seperti Korea Utara daripada sekutu jangka panjangnya. Namun, Trump menepis dugaan tersebut dan menegaskan pendekatan diplomatisnya justru membikin kondisi dunia menjadi lebih aman.

"Saya membuatnya jauh lebih aman. Saya sebenarnya membuatnya jauh lebih aman. Kim Jong Un selalu memperlakukan saya dengan rasa hormat nan besar. Dan kami berjumpa pada banyak kesempatan, sebenarnya dua kesempatan utama. Berbicara dan menghabiskan waktu," ujar Trump merujuk pada pertemuannya dengan Kim saat periode pertama jabatannya.

Ia menambahkan, "Saya memahaminya. Dia memahami saya. … Saya berasosiasi sangat baik dengannya. Apa nan saya lakukan adalah membikin segala sesuatunya lebih aman."

Sebelumnya, para pejabat pemerintahan Trump sempat membahas secara internal rencana untuk mengatur pertemuan antara Trump dan Kim di sela-sela kunjungan sang presiden ke Asia pada Oktober tahun lalu. Upaya komunikasi ini melanjutkan jangkauan awal Trump kepada pemimpin Korea Utara pada awal 2025 nan dilaporkan CNN sempat tidak mendapat jawaban akibat pihak Korea Utara menolak menerima surat tersebut. (CNN/Z-2)

Selengkapnya