Tujuh Tahun Vakum, Liga Sepak Bola Putri Kickoff Oktober 2026

1 jam yang lalu 3
Tujuh Tahun Vakum, Liga Sepak Bola Putri Kickoff Oktober 2026 Pesepak bola Timnas Putri Indonesia U-17 mengikuti latihan di Lapangan Sutasoma, Halim, Jakarta, Sabtu (2/5/2026). Latihan tersebut sebagai persiapan Timnas Putri Indonesia U-17(ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.)

KOMPETISI sepak bola putri nasional kembali digelar setelah sempat vakum selama tujuh tahun. PSSI memperkenalkan Indonesia Women’s League (IWL) sebagai kejuaraan baru nan dijadwalkan mulai bergulir pada Oktober 2026.

IWL musim perdana bakal dimulai pada 17 Oktober dengan format terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Kompetisi awal ini diikuti enam klub dari area Jabodetabek, ialah Bekasi FC, Persikad Depok, Dewa United, Persija Jakarta, Persita Tangerang, dan Garuda Yaksa.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan penyelenggaraan liga putri merupakan bagian dari upaya membangun kejuaraan nan dapat berjalan secara berkelanjutan. PSSI, menurut dia, tidak mau kejuaraan hanya melangkah sesaat tanpa fondasi nan jelas.

"Sepak bola wanita tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Kita tidak mau liga ini lahir hanya untuk pencitraan lampau meninggal di kemudian hari. Ini adalah komitmen jangka panjang, dibangun dengan kalkulasi matang agar ekosistem dan klub peserta bisa terus sustainable," kata Erick Thohir saat peluncuran IWL di Jakarta, Selasa (11/8).

Format kejuaraan dengan sistem terpusat dipilih untuk penyelenggaraan musim pertama. Enam klub peserta bakal menjadi bagian dari tahap awal pengembangan liga sebelum kejuaraan putri diperluas.

Komisaris PT Liga Indonesia Putri sekaligus Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menyambut penyelenggaraan IWL sebagai langkah untuk mengembalikan kejuaraan putri secara konsisten.

Bagi PSSI, keberadaan kejuaraan reguler juga menjadi bagian krusial dalam menyediakan ruang pertandingan bagi pemain putri. Kompetisi diharapkan dapat membantu pemain menjaga sekaligus meningkatkan keahlian melalui pertandingan nan berjalan secara teratur.

"Kami punya kerinduan nan sangat besar untuk menyelenggarakan Liga Putri secara konsisten. Pemain kita di seluruh Nusantara sekarang sedang bersukacita, mentalitas dan skill mereka bakal terus diasah untuk menjadi pilar timnas masa depan," ungkap Vivin.

Dukungan terhadap penyelenggaraan IWL juga datang dari operator kompetisi. Direktur Utama PT I League Ferry Paulus memastikan pihaknya siap menjalankan kejuaraan secara profesional, termasuk membantu klub dari sisi pembiayaan.

Skema subsidi tersebut disiapkan untuk membantu klub memenuhi kebutuhan selama kompetisi. Aspek finansial menjadi salah satu perhatian dalam membangun liga baru agar klub dapat menjalankan operasional secara lebih terukur.

"Kami di I League berkomitmen penuh memastikan IWL melangkah profesional. Kami telah menyiapkan skema subsidi nan proporsional agar klub peserta dapat mengarungi kejuaraan dengan sehat secara finansial," ujar Ferry.

Sementara itu, CEO Indonesia Women’s League Teddy Tjahjono mengatakan IWL musim perdana bakal membawa konsep penyelenggaraan nan berbeda. Kompetisi dikemas dalam format sports pagelaran nan menggabungkan pertandingan sepak bola putri dengan sejumlah aktivitas pendukung.

"Kami menerapkan konsep sports pagelaran nan menggabungkan pertandingan putri dengan beberapa modifikasi menarik. Sistem drafting pemain juga telah kami lakukan untuk memastikan pemerataan kekuatan di antara enam tim peserta, sehingga kejuaraan melangkah kompetitif sejak hari pertama," jelas Teddy. (H-4)

Selengkapnya