Kelompok pengolah dan petani kopi Arabika di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani mengubah limbah kulit kopi menjadi pakan ternak dan pupuk organik.(MI/Arnoldus Dhae)
KELOMPOK pengolah dan petani kopi Arabika di Desa Belantih, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, sekarang mulai mengangkat konsep zero waste dan ekonomi sirkular dalam aktivitas pascapanen mereka. Limbah kulit kopi nan selama ini sering terbuang tanpa nilai, sekarang diolah secara produktif menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Transformasi ini diinisiasi melalui program training dan pendampingan lapangan nan dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Sains, dan Teknologi Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., nan bertindak sebagai Ketua Tim Pengabdi.
Prof. Luh Suriati menjelaskan bahwa pemanfaatan hasil samping pengolahan kopi ini bermaksud ganda: memberikan nilai tambah ekonomi baru bagi petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di area pertanian Kintamani.
"Hilirisasi riset diharapkan tidak berakhir pada transfer pengetahuan, tetapi dapat diterapkan secara berkepanjangan untuk meningkatkan kualitas produk, mengoptimalkan pemanfaatan limbah, serta menciptakan sumber nilai tambah baru bagi petani," ujar Suriati di sela-sela aktivitas pendampingan.
Inovasi Teknologi dan Standarisasi Mutu
Selain pengolahan limbah, tim pengabdi memperkenalkan penemuan aplikasi coating. Teknologi ini dirancang unik untuk menjaga kestabilan mutu dan kualitas biji kopi selama masa penyimpanan, sehingga daya saing produk tetap terjaga di pasar.
Para petani juga dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai standar operasional dunia untuk memastikan produk nan dihasilkan mempunyai standar keamanan pangan nan tinggi. Berikut adalah poin utama pendampingan nan diberikan:
| Konsep Zero Waste | Mengolah kulit kopi menjadi pakan ternak dan pupuk organik. |
| Aplikasi Coating | Menjaga stabilitas mutu biji kopi selama masa simpan. |
| GMP & SSOP | Menjamin proses produksi nan higienis, terstandar, dan konsisten. |
| Ekonomi Sirkular | Menciptakan siklus ekonomi berkepanjangan dari limbah produksi. |
Sinergi Riset dan Pemberdayaan
Melalui Focus Group Discussion (FGD), tim pengabdi berbareng petani mengidentifikasi beragam tantangan nyata dalam pengolahan pascapanen. Prof. Suriati menegaskan bahwa penemuan ini menempatkan petani sebagai subjek utama pemberdayaan demi mendukung keberlanjutan komoditas kopi Arabika Kintamani.
"Program ini menjadi corak nyata sinergi antara riset, penemuan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat," tegasnya.
Kegiatan ini dapat terlaksana berkah support pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Program Hilirisasi Riset SINERGI. Tim pengabdi menyampaikan apresiasi atas support tersebut, nan memungkinkan hasil riset perguruan tinggi dapat diaplikasikan langsung untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Desa Belantih dan sekitarnya. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·